Perihal Sengketa Tanah,
DR Dayat Limbong : SOP Harus Sesuai Permenag/KBPN
Jumat, 27-08-2021 - 15:13:18 WIB šŸ‘ 27316

TERKAIT:
 
  • DR Dayat Limbong : SOP Harus Sesuai Permenag/KBPN
  •  

    SERGAPONLINE.COM PEKANBARU - DR. Dayat Limbong, SH M.Hum seorang ahli dibidang Hukum Pertanahan/Agraria, dan juga seorang dosen dibeberapa Universitas pada Program Sarjana maupun Pasca Sarjana di Sumatera Utara (Sumut) menyikapi tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) perihal sengketa lahan (tanah).

    DR. Dayat Limbong, menyampaikan, bahwa Prosedur dalam pengukuran bidang tanah seharusnya terlebih dahulu mengajukan permohonan kepada Kepala Kantor Pertanahan seperti yang tertuang dalam pasal 77 ayat 2 Permenag /KBPN No. 3 Tahun 1997.

    setelah itu, petugas melakukan persiapan untuk mengukur. Seperti memeriksa tersedianya sarana Peta pendaftaran atau Peta dasar Pendaftaran lainnya sesuai dengan lokasi tanah yang dimohonkan.

    " Jadi, petugas melakukan persiapan dan pengecekan Peta pendaftaran dan Peta dasar Pendaftaran dan petugas memberitahukan kepada pemohon waktu pengukuran/pengembalian batas. Sesuai yang tertuang didalam (Pasal 79 Permenag/KBPN No. 3 Tahun 1997),". Sampaikan DR. Dayat Limbong. Kamis Siang, (26/08/2021)

    Jika dalam pengukuran menggunakan gambar situasi hal mempunyai pengertian ketika dilakukan pengukuran untuk pendaftaran pertama kali belum diikatkan pada titik ikat yang pasti dengan kordinat yang pasti sesuai Pasal 3 Peraturan Menteri Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional (KBPN). Sambungnya

    Kemudian, untuk pengukuran yang dilakukan secara metode "CORS" dalam penentuan posisi, DR. Dayat Limbong mengatakan, bahwa "CORS" itu merupakan salah satu aplikasi teknologi yang berbasis Global Navigation Satellite System. Yang kegunaannya, untuk memperoleh data hasil ukur sesuai dengan akurasi posisi atau ketepatan yang tinggi terhadap suatu objek dilapangan.

    " CORS" aplikasi teknologi untuk memperoleh data hasil ukur sesuai dengan akurasi posisi atau mendapatkan ketepatan yang tinggi terhadap suatu objek ". Ucapnya

    Selanjutnya, Ahli Hukum Bidang Pertanahan atau Agraria ini menjelaskan perihal gambar ukur dalam bidang tanah.

    " Gambar ukur merupakan dokumen tempat mencantumkan gambar suatu bidang tanah atau lebih. Dan situasi sekitarnya serta data hasil dalam pengukuran tanah, baik berupa jarak, sudut, Azimuth ataupun sudut jurusan sesuai (Pasal 1 angka 2 Permenag/KBPN No. 3 Tahun 1997),". Ungkapnya

    Kemudian, saat ditanyakan pendapat ahli jika dalam pengukuran kembali tidak didasarkan pada hasil ukur yang tercantum pada gambar ukur semula ketika dilakukan pendaftaran pertama kali.

    Ahli menjawab, bahwa Hal tersebut tidak dibenarkan. Karena, pengukuran kembali adalah tindakan rekontruksi batas bukan pengukuran seperti awal pendaftaran pertama kali.

    " Hal itu tidak dibenarkan, kalau ada dilakukan pengukuran kembali itu adalah rekontruksi batas bukan pengukuran,". Ucapnya

    Semua data ukuran jarak, sudut, Azimuth ataupun sudut jurusan harus didasarkan data awal. Kalau tidak, hasil pemetaan rekontruksi batas tidak akan sama. Dan hal ini, sering akan terjadi over lapping (Tumpang tindih seluruhnya) atau Side lapping (Salah satu sisinya tumpang tindih). Kemudian, harus juga diketahui, ketika dilakukan pengukuran tanah, para tetangga batas (sepadan) atau Jiran wajib hadir. Jika, tetangga batas (sepadan) atau Jiran tidak hadir atau tidak sepakat dengan batas tanah yang ditetapkan, maka batas tanah baru merupakan "Batas Sementara" sesuai dengan Pasal 19 ayat (3) dan ayat (4) Peraturan Pemerintah (PP) No. 24 Tahun 1997. Sambung Ahli Bidang Hukum Pertanahan/Agraria ini

    Kemudian, jika terjadi gugatan suatu perkara pertanahan didalam Peradilan. Dimana, masyarakat menuntut haknya untuk mencari keadilan atas kepemilikan hak tanahnya yang telah dikuasi dalam waktu tertentu serta sudah melakukan pendaftaran ke Kantor Pertanahan setempat, namun dinyatakan gugatannya tersebut telah lewat waktu (kadaluwarsa).

    Ahli menjawab, berdasarkan Pasal 32 ayat (2) PP No. 24 Tahun 1997 disebutkan, bahwa sertifikat merupakan Surat Tanda Bukti Hak yang berlaku sebagai alat pembuktian yang kuat mengenai data fisik dan data yuridis yang termuat didalamnya. Sepanjang data fisik dan data yuridis sesuai dengan data surat ukur buku tanah hak yang bersangkutan.

    " Jika terjadi gugatan suatu perkara Pertanahan di Pradilan, masyarakat yang mengajukan pendaftaran di Kantor Pertanahan setempat harus mempunyai Surat Tanda Bukti Hak yang kuat mengenai data fisik dan data Yuridis sesuai dengan data surat ukur buku tanah hak yang bersangkutan,". Tuturnya

    Bagaimana pendapat ahli, jika terjadinya perubahan nomor jenis Hak atas tanah tertentu, namun tidak ditandatangani oleh Pejabat yang berwenang dan tidak ada juga Cap kantor.

    DR. Dayat Limbong menjawab, bahwa perubahan nomor jenis Hak atas tanah bertentangan dengan Pasal 164 Ayat (4) Permenag/KBPN No. 3 Tahun 1997 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah. Dimana, pada kolom (3) dan (4) buku tanah dijelaskan untuk mencatat perubahan-perubahan yang terjadi, baik tehadap data yuridis dan data fisik bidang tanah maupun status buku tanah dan hal-hal lainnya, meliputi antara lain, peralihan hak, pembebanan, diletakkannya sita, diterbitkannya sertifikat pengganti, dinyatakannya buku tanah yang tidak berlaku lagi, dan pencatatan-pencatatan lainnya, terdiri dari ; tanda tangan, nama dan NIP, Kepala Kantor Pertanahan atau Pejabat yang ditunjuk dan Cap Dinas Kantor Pertanahan. Ungkapnya

    Selanjutnya, media ini bertanya terkait keabsahan jika Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) terbit atas bidang tanah yang sudah terjual habis, namun SKGR masih dipakai untuk mendaftarkan hak atas tanahnya.

    Ahli menjawab, Jika Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) masih terbit atas bidang tanah yang sudah habis terjual, maka surat tersebut tidak berkekuatan hukum. Hal ini sering terjadi bahwa,"Surat Mencari Tanah " Seharusnya " Tanah Mencari Surat". Dimana dalam pengertiannya, ada dulu tanahnya baru dibuat surat penguasaan atau kepemilikannya dan didaftarkan haknya. Ungkap DR. Dayat Limbong

    Terus, sambung media ini, jika dalam suatu blok persil tanah dialihkan haknya kepada pihak lain melalui jual beli, namun tidak diperlihatkan nomor bloknya. Bagaimana pendapat ahli.

    Ahli menjawab, jika suatu hamparan bidang tanah terdapat beberapa blok bidang tanah maka harus dicantumkan blok bidangnya atau nomor persik. Dan, setiap blok selalu dimulai dengan nomor awal seperti nomor 1 dan seterusnya. Misalnya, Blok A No. 1 kemudian Blok B No. 1 dan seterusnya. Jika hanya disebutkan nomor persilnya saja namun tidak disebutkan nomor bloknya, maka cenderung timbul masalah. Demikian juga jika ada koordinat bidang tanah, harus dicantumkan kordinatnya agar tidak terdapat kesalahan letak. Karena, setiap bidang tanah mempunyai kordinat tertentu. jika hal ini kesengajaan, patut diperiksa dengan cermat apakah ada motif lain. Tuturnya

    Terakhir, saat media ini menanyakan pendapat ahli perihal Prosedur jika terjadi suatu Jual beli terhadap tanah yang telah terbit sertifikat hak atas tanahnya.

    Ahli menjawab, berdasarkan Pasal 104 ayat (1) dan ayat (2) Permenag/KBPN No. 3 Tahun 1997 tentang ketentuan pelaksanaan PP No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, bahwa untuk Pendaftaran peralihan hak atas tanah atau hak milik atas satuan rumah susun karena pemindahan hak yang dibuktikan dengan Akte PPAT.

    Perahlian ini dilakukan setelah pengecekan sertifikat. Namun, jika sudah terjadi perubahan data pendaftaran tanah yang tercatat dibuku tanah tidak tercatat dalam sertifikat, maka Kepala Kantor Pertanahan wajib memberitahukan secara tertulis kepada pemohon pendaftaran perahlian hak, bahwa permohonan pendaftarannya ditolak dengan surat sesuai bentuk yang sudah ditentukan. Tutup DR. Dayat Limbong. (Rlis)


    :  Jasril Chan



     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Kabid Humas Polda Sumbar Sambangi Redaksi Langgam.id, Perkuat Kolaborasi dengan Media Siber
  • Pastikan Pembangunan Tak Ganggu Arus Lalu Lintas, Ditlantas Polda Riau Bahas Andalalin Restaurant Thai Street Pekanbaru
  • Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Pemaparan Hasil Akhir Evaluasi dan Perbaikan Tata Kelola Pelayanan Publik
  • Konflik KSO dengan Masyarakat Desa Kotagaro
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Kabid Humas Polda Sumbar Sambangi Redaksi Langgam.id, Perkuat Kolaborasi dengan Media Siber
    03 Pastikan Pembangunan Tak Ganggu Arus Lalu Lintas, Ditlantas Polda Riau Bahas Andalalin Restaurant Thai Street Pekanbaru
    04 Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Pemaparan Hasil Akhir Evaluasi dan Perbaikan Tata Kelola Pelayanan Publik
    05 Konflik KSO dengan Masyarakat Desa Kotagaro
    06 Rangkaikan Kebersamaan & Pengabdian, Polres Kampar Gelar Syukuran Hari Jadi Polwan ke-78
    07 HUT ke-78 Polwan, Kapolres Payakumbuh : " Teruslah Menjadi Sosok Humanis dan Profesional "
    08 Cegah Sebelum Terbakar: Tim Pamen Mabes TNI Gelar Sosialisasi Karhutla di XIII Koto Kampar, Perkuat Deteksi Dini & Sinergi Warga
    09 Tim URC Satreskrim Polres Pasaman Barat Mengamankan Seorang Pemuda Yang Mengamuk Menggunakan Sebilah Pisau
    10 Lapas Pasir Pangarayan Perkuat Komunikasi dengan Warga Binaan Melalui Kegiatan Sambung Rasa
    11 Polantas Karib Edukasi Mahasiswa Baru STT Pekanbaru, Dorong Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas & Cinta Lingkungan
    12 Apresiasi Tiga Pegawai Rutan Kelas I Pekanbaru Mendapatkan Penghargaan
    13 Polres Siak Gelar Rakor Percepatan Penegakan Hukum Karhutla dilakukan Secara Profesional, Transparan, dan Sesuai Ketentuan Perundang-undangan
    14 Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini, Polresta Pekanbaru Gelar Edukasi Green Policing di SD Negeri 68
    15 Bintan–Klaten Jalin Kerja Sama, Perluas Pasar Produk UMKM
    16 Bupati Bintan Pimpin Rapat Koordinasi Pencegahan Dan Kesiapsiagaan Karhutla Serta Kekeringan
    17 Polsek Bukit Kapur Ungkap Kasus Pencurian Dua Ban Mobil, Dua Tersangka Diamankan
    18 APJI Riau: Dana Bukan Penghalang, Semangat Pemuda Rumbai Patut Diapresiasi
    19 Polres Kampar Tangkap 4 Pelaku Pembakaran Karhutla dan Sebabkan 17 Hektar Lahan Terbakar di Kecamatan Tambang
    20 Polresta Pekanbaru Dorong Swasembada Pangan, Personel Polsek Binawidya Aktif Rawat Tanaman Jagung
    21 Tindak Tegas PETI: Polsek Kampar Kiri Bongkar Lokasi Tambang Emas Tanpa Izin di Sungai Tanjung Permai
    22 Festival Pawai Budaya Bintan 2026: Sekda Ronny Ajak Warga Jaga Budaya Dan Kuatkan UMKM
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com