Diduga Lakukan Penyekapan Hingga Berakhir Penyergapan Oleh Pihak Kepolisian Sektor Pedawa
Minggu, 31-10-2021 - 14:05:29 WIB 👁 83949

TERKAIT:
 
  • Diduga Lakukan Penyekapan Hingga Berakhir Penyergapan Oleh Pihak Kepolisian Sektor Pedawa
  •  

    SERGAPONLINE.COM ACEH TIMUR – Bermula dari suara minta tolong dari dalam mobil civic warna hitam, sehingga berakhir dengan sergapan oleh pihak kepolisian sektor Pedawa, Polres Aceh Timur.

    Sebagaimana yang disaksikan oleh Edo salah satu warga Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, saat terjadi penyergapan oleh pihak Institusi Polsek Peudawa,  di Jalan Medan - Banda Aceh, tepatnya di kampung Beusa Sebrang, Kecamatan Peureulak Barat, pada pukul 2.00 WIB, terhadap Laki-laki berinisial R (22) warga Baktia, Aceh Utara, yang diduga menyekap perempuan berinisial H (26) salah satu warga kecematan Idi Rayeuk, kabupaten Aceh Timur, pada Dini Hari Minggu (31/10/2021).

    Pasalnya, ia menduga telah terjadi penyekapan terhadap seorang perempuan di dalam mobil civic hitam yang terparkir di pintu masuk Idi Sport Center (ISC) Idi rayeuk, karena sempat mendengar suara minta tolong dari dalam mobil civic hitam tersebut. Namun saat didekati untuk mencari tau sumber suara dari dalam mobil tersebut, mobil civic hitam itu malahan kabur menjauh darinya seakan sedang terjadi sesuatu yang yang tidak diinginkan.

    ”Sempat melihat dalam samar samar kegelapan ada wanita membuka pintu depan mobil sebelah kiri namun setelah itu ditutup lagi dengan suara yang agak kencang, tapi sebelum tertutup saya sempat melihat perempuan itu mau keluar dari dalam mobil, dan ia pun menjerit minta tolong dengan nada tinggi dan akhirnya mobil tersebut melaju Masuk ke arah ISC, dan akhirnya keluar lagi lewat pintu keluar ISC dan menuju arah Medan,” kata Edo.

    Lanjutnya, ia juga melihat ada motor berwarna merah terparkir di tengah tengah jalan dua jalur arah Banda Aceh - Medan pas depan pintu masuk ISC tanpa pemiliknya. Bahkan ia mengatakan banyak mobil yang lewat hampir menabrak motor tersebut, sehingga ia berinisiatif untuk memindahkan motor itu kepinggir jalan tepatnya di depan pintu masuk ISC atau samping Dekranasda Aceh Timur, tempat pertama kali mobil itu parkir sebelum minggat dari sana.

    "Saya pindahin kesamping biar motornya tidak tertabrak mobil lain, takut terjadi kecelakaan, maka dari itu saya pindahin kepinggirjalan. Kan tidak menutup kemungkinan akan ada korban jiwa bila terjadi tabrakan mengingat sudah dini hari banyak mobil lari nya kencang, bahkan disana termasuk gelap atau minim penerangan," jelas Edo.

    Karena merasa curiga terhadap apa yang ia saksikan tadi, akhirnya ia mencoba menelpon beberapa orang yang akhirnya salah satu mengangkat telepon dan menuju ketempat yang disebutkan tadi olehnya.

    Dalam keterangannya, Edo juga menjelaskan bahwa mobil civic hitam tersebut kembali lagi dari arah Banda Aceh, yang kemungkinan memutar  jalur dua tersebut dan parkir pas depan halaman Dekranasda Aceh Timur.

    Ia juga sempat melihat wanita itu membuka pintu depan samping kiri mobil itu lagi dalam keadaan lemas dan mengeluarkan cairan dari dalam mulut sambil memegang perutnya yang diduganya darah karena habis dipukulin, akhirnya ditarik kedalam lagi kemudian ditutup pintunya dengan suara keras.

    “Saya mendekat mobil hitam itu lagi dan saya gedor gedor dengan pelan, namun direspon dari dalam dengan pukulan keras dan jeritan wanita minta tolong, setelah itu mobil melaju kencang ke arah medan, akhirnya saya kejar dengan menyetop motor dari arah belakang saya yang ternyata kawan yang saya hubungi tadi baru sampai. Karena saya menduga telah terjadi hal yang tidak diinginkan,” Kata Edo.

    Selanjutnya, Edo bersama dua temannya yaitu Hawalis dan Ibrahim yang juga sebagai aktivis, langsung mengejar mobil tersebut, namun untuk mengantisivasi dari hal hal yang tidak diinginkan, Edo meminta diturunkan di polsek Pedawa untuk meminta bantuan terkait kejadian tersebut. Karena ia menduga pengendara mobil itu membawa senjata tajam (sajam) atau sejenisnya, apa lagi kaca mobil tersebut sangat susah dilihat dari luar apa yang ada di dalamnya. maka dari itu ia turun dan membuat laporan ke pihak polsek pedawa, Polres Aceh Timur, yang merupakan Polsek terdekat. Sedangkan dua temannya lagi terus mengikuti dan memantau dari jauh sembari menunggu pihak kepolisian sampai kelokasi yang  dilaporkan oleh mereka yang pada saat itu cuaca hujan deras.

    Setelah menerima laporan pada Dini Hari itu, 4 Personil polsek pedawa dengan sigap dan segera mengejar mobil yang dicurigai melakukan penyekapan terhadap H.

    Namun, meskipun dalam kehujanan mereka tetap mengintai dan memberi laporan kepada personil polsek pedawa yang saat itu sedang menyusul dari arah belakang. Akhirnya mobil mobil civic hitam yang dicurigai tersebut berhasil dicegat oleh personil polsek pedawa di Kampung Beusa Sebrang, Peureulak Barat, tepatnya di jembatan Kampong Beusa Saubrang, Aceh Timur.

    Dalam proses pencegatan sempat terjadi ketegangan, karena mobil yang dicurigai tersebut sempat terlihat belok kanan untuk menghindari pencegatan. Namun, pada akhirnya pihak personil pedawa berhasil membekuk pengendara mobil yang sempat dicurigai melakukan penyekapan terhadap H.

    Usut punya usut, setelah pihak kepolisian berhasil menyergap mobil civic warna hitam tersebut di beusa sebrang, dan digiring ke polsek pedawa, rupanya R dan H telah bertunangan, karena R merasa dikhianati oleh sang pujaan hatinya (H). Kata R saat berada di Polsek Peudawa.

    Maka dari itu ia nekat melakuan hal tersebut sehingga menimbulkan kecurigaan oleh warga yang berada di titik perkara pertama kejadian, dalam hal ini di Titi Baroe, Idi Rayeuk, tepatnya di Halaman Dekranasda atau pas di depan pusat kantor pemerintahan kabupaten Aceh Timur.

    Namun, pada kisaran Jam 4.00 WIB Dini hari yang sama, pihak polsek pedawa menghubungi orang tua H, dan tidak lama kemudian orang tua H sampai ke polsek, setelah itu pihak polsek pedawa memberi nasehat dan arahan kepada R dan H, selanjutnya dikembalikan kepada orang tua H untuk diselesaikan secara ke keluargaan atau Adat kampung/Desa.

    Untuk diketahui, Motor warna merah yang ditinggalin oleh pemiliknya di tengah tengah jalan tersebut dikendarai oleh R, yang pada akhirnya dijaga oleh Khairul dan Mahmud warga setempat agar tidak hilang.

    sedangkan mobil civic warna hitam dikemudikan oleh H, Namun setelah dilakukan pencegatan oleh R terhadap H di depan Dekranasda barulah dikemudikan oleh R. Dan selanjutnya yang sebelumnya Diduga darah yang keluar dari mulut perempuan tersebut rupanya ia sedang muntah.

    Dari kajadian ini kita bisa belajar, bahkan banyak penculikan/penyekapan dan pembunuhan karena  disebabkan terbakar api kecemburuan, Maka dari itu selesaikan lah setiap permasalahan dengan kepala dingin dan jangan memciptakan kegaduhan atau pun kecurigaan, apalagi sudah larut malam namun suara percekcokan sangat kedengaran bahkan suara minta pertolongan terus diteriakan, Maka dari itu tidak bisa diabaikan karena sesama manusia saling membutuhkan dan mengantisipasi terhadap hal hal yang tidak diinginkan. (E/Tim)



     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • GEMA Melayu Riau RDPU di DPR RI, Sekjen Dukung Bupati dan DPRD Inhu Segerakan Perda MHA
  • Polsek Mandau Berhasil Tangkap Pengedar Sabu di Talang Mandi – Satu Tersangka Diamankan, Satu Lagi DPO
  • Sigap, Personel Sat PJR Ditlantas Polda Riau dan Tim Lalin HK Berjibaku Selamatkan Korban Kecelakaan di Tol Pekanbaru–Dumai
  • Langsung Tanggapi Aduan Masyarakat, Polres Pasaman Barat Gelar Patroli Cegah Aksi Premanisme Dan Pungli Di Objek Wisata
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 GEMA Melayu Riau RDPU di DPR RI, Sekjen Dukung Bupati dan DPRD Inhu Segerakan Perda MHA
    03 Polsek Mandau Berhasil Tangkap Pengedar Sabu di Talang Mandi – Satu Tersangka Diamankan, Satu Lagi DPO
    04 Sigap, Personel Sat PJR Ditlantas Polda Riau dan Tim Lalin HK Berjibaku Selamatkan Korban Kecelakaan di Tol Pekanbaru–Dumai
    05 Langsung Tanggapi Aduan Masyarakat, Polres Pasaman Barat Gelar Patroli Cegah Aksi Premanisme Dan Pungli Di Objek Wisata
    06 Komisi V DPRD Provinsi Riau Mengadakan Hearing Tentang Perda Tanah Ulayat Bersama LAM Riau dan Kanwil BPN Riau
    07 Kalapas Kelas IIA Pekanbaru Pimpin Apel Pagi Tekankan Disiplin, Keamanan, dan Deteksi Dini
    08 Weekend, Ciptakan Lalu Lintas Aman, Ditlantas Polda Riau Tingkatkan Patroli Hingga Malam Hari
    09 Rutan Pekanbaru dan Kemenag Kota Pekanbaru Bersinergi Perkuat Pembinaan Kerohanian Warga Binaan
    10 Kakanwil Ditjenpas Riau Beri Penguatan Tupoksi dan Integritas Bagi Petugas Rutan Kelas IIB Dumai
    11 Polresta Pekanbaru Dukung Program Swasembada Pangan Melalui Penguatan Ketahanan Pangan di Tengah Masyarakat
    12 Tim Gabungan URC Satreskrim Polres Pasbar Ringkus Pelaku Penganiyaan di Kecamatan Gunung Tuleh
    13 Pasangan Suami Istri Pelaku Pencurian Rumah Kosong di Pasaman Barat Ditangkap Polisi
    14 Kapolda Sumbar: Bangun Taman Lalu Lintas Menjadi Investasi Jangka Panjang Membangun Generasi Tertib Berlalu Lintas
    15 Polda Sumbar dan Pemprov Gelar Subuh Mubarak, Sinergikan Pendidikan Karakter Serta Gerakan Subuh Berjamaah
    16 Kakanwil Resmikan PRIMKOPASINDO, Perkuat Pembinaan, Pengawasan, dan Keamanan Lapas Bengkalis
    17 Turun Langsung Ke Lapangan, Kapolda Riau Tinjau Progres Jembatan Merah Putih Presisi Di Dumai
    18 Sukseskan Program Presiden RI, Kapolsek Singingi Tinjau Perkarangan Taman Bergizi Warga
    19 Bentuk Apresiasi Atas Dedikasi Anggota, Polresta Pekanbaru Anugerahkan Kenaikan Pangkat kepada 116 Personel
    20 Terima Kasih Kapolda dan Dirlantas Polda Sumbar, Ibu Iche Kini Miliki Rumah Layak Huni
    21 Dirlantas Polda Sumbar Resmikan Rumah Hasil Bedah Rumah dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
    22 Kapolsek Ranah Batahan Tegaskan Komitmen Polri Presisi: Penegakan Hukum Humanis, Profesional, dan Berkeadilan
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com