Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Mengadakan Tausiyah Hikmah Puasa Ke 26, Puncak Kesadaran Manusia
Senin, 17-04-2023 - 20:00:21 WIB 👁 5921
Foto: Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Dr Supardi SH MH
TERKAIT:
 
  • Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Mengadakan Tausiyah Hikmah Puasa Ke 26, Puncak Kesadaran Manusia
  •  

    SERGAPONLIN.COM PEKANBARU - Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Dr. Supardi, SH., MH., Als. Rd Mahmud Sirnadirasa

    وَال صلََةَ وََال سلََ مَ عَََلَى محَ م دَ وََاٰلِهَِ مََعََ اَلت سْلِيْمَِ وََبِهَِ نََسْتَعِيْ نَ فَِى تََحْصِيْلَِ اَلْعِنَايَةَِ اَلْعَآ مةَِ وََالْهِدَايَةَِ اَلت آ مةَِ، آَمِيْنََ يََا رََ بَ اَلْعَالَمِيْنََ

    Bismillâhirrahmânirrahîm Wasshalâtu wassalâmu ‘alâ Muhammadin wa âlihî ma’at taslîmi wabihî nasta’înu fî tahshîlil ‘inâyatil ‘âmmati wal-hidâyatit tâmmah, âmîn yâ Rabbal ‘âlamîn.

     “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, kepadaNya kami memohon pertolongan dalam mencapai inayahNya yang umum dan petunjukNya yang sempurna, âmîn yâ Rabbal ‘âlamîn“. 

    Saudaraku yang budiman. “Wujud” adalah salah satu sifat dari dua puluh sifat wajib bagi Allah SWT. Sifat Wujud merupakan sifat yang pertama dan utama bagi Allah SWT. 

    Karena itu, sifat Wujud dikategorikan sebagai sifat Nafsiyyah. Kata “wujud” adalah kata dalam bahasa Indonesia yang diserap dan berasal dari bahasa Arab, “Wujûdun” yang bermakna “Ada”. Sifat “Ada” ini tidak ditentukan atau tidak bergantung kepada yang lain. 

    Ada-Nya Allah dengan sendiri-Nya. Sifat “Ada” yang dimiliki Allah SWT tidaklah sesederhana yang diasumsikan oleh manusia. Klaim keberadaan oleh manusia terbatas pada apa yang nampak dan kasat mata dzhãhir. 

    Hal itu sangatlah palsu dan usang. Mengapa? Karena mata dzhãhir manusia muncul dari sifat nisbinya manusia. Ya, manusia bersifat nisbi, bukan wujud. Nisbi adalah “wujud palsu” atau “wujud bayangan” yang kemunculannya karena sebuah penisbahan. 

    “Wujud” manusia disebut nisbi (nisbiy : dalam Bahasa Arab) karena dinisbahkan (disandarkan) kepada Mansûb (Yang Menerima Penyandaran). Seperti bayangan benda yang disinari matahari. Bayangan dari benda bukanlah benda, tapi ia dinisbahkan kepada benda sebagai pemilik bayangan. Bayangan itu dimunculkan oleh benda, bukan muncul dengan sendirinya.

    Penglihatan manusia terhadap dirinya sendiri dan benda-benda di sekitarnya sangatlah bergantung pada unsur-unsur yang memunculkan penglihatan. 

    Oleh karena sifat nisbinya, maka mata manusia hanya memunculkan penglihatan kepada benda-benda yang juga bersifat nisbi. Ia sangat bergantung pada cahaya, bentuk, warna, dan jarak atau unsur-unsur lain yang mendukung terjadinya penglihatan. 

    Tanpa cahaya, semua penampakan menjadi sirna, maka penglihatanpun hilang. Singkatnya, penglihatan manusia yang nisbi akan sangat dipengaruhi oleh segala sesuatu yang bersifat nisbi untuk memunculkan penglihatan kepada obyek yang juga nisbi.

    Lalu, jika kematian tertinggi seseorang di akhir hidupnya adalah syahîd, di mana dan bagaimana Sang Wujud Mutlak dapat disaksikan oleh sesuatu yang nisbi? Dalam perspektif ilmu Tauhid, Allah SWT, Tuhan Sang Pencipta, memiliki nama al-Awwalu wal-Ãkhiru (Yang Awal dan Yang Akhir). 

    Awal artinya tidak ada yang mendahului-Nya, dan Akhir artinya tidak ada yang lebih akhir daripada Akhir-Nya. Tak ada sesuatupun setelah-Nya. Dengan kata lain, Maha Akhir Allah SWT bermakna Keabadian dan Kekekalan-Nya.

     Ù‡ÙˆÙŽÙŽ Ø§ÙŽÙ„Ù’Ù’ÙŽ Ùˆ Ù„ÙŽ وََالْْخِ رَ وَََال ظاهِ رَ وََالْبَاطِ Ù†ÙŽ ÙˆÙŽÛ–ÙŽÙŽ هوََ بَِ Ùƒ Ù„ÙŽ شََيْ ءَ عََلِي Ù…ÙŽ ÛžÙŽÙŽ

    “Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu”. (QS. Al-Hadid [57]: 3) Di antara Maha Awal dan Maha Akhir-Nya, lalu Allah SWT menciptakan manusia dan alam semesta menurut kehendak-Nya (irãdah). 

    Awal seluruh kehendak adalah kehendak-Nya. Irãdah adalah sebuah kehendak yang menjadi obyek dari Yang Maha Berkehendak (Murîdun). Obyek itu menjadi titik sambung dari Murîdun. Irãdah (Kehendak) dan Murîdun (Maha Berkehendak) adalah dua sifat yang saling berkaitan satu sama lain.

     Ø¥ÙÙ† مَا أََمْ رهَ إَِذَا أَََرَادََ شََيْئًا Ø£ÙŽÙŽÙŽÙ†ÙŽÙ’ ÙŠÙŽÙŽÙ‚ ولََ Ù„ÙŽÙŽÙ‡ÙŽ كنَْ فََيَ كو Ù†ÙŽ ÛžÙŽ

    “Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia”. 

    (QS. Yasin [36]: 82) إِ نَ اللََّ بََالِ غَ أََمْرِهَِ قَََۚدَْ جََعَلََ اللَّ لَِ ك لَ شََيْ ءَ قََدْرًا ۞َ

    “Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”. (QS. At-Thalaq [65]: 3)


    Tanpa kehendak-Nya untuk mengadakan/menciptakan, maka manusia dan alam semesta tidak akan pernah ada. Karena itu, manusia dan alam semesta adalah “wujud” dari kehendak-Nya. Manusia dan alam semesta adalah sebuah Irãdah dari Yang Maha Berkehendak. Sebuah obyek bayangan-Nya yang diadakan oleh Kehendak-Nya. 

    Oleh Karena manusia dan alam semesta ini adalah “wujud bayangan” yang diadakan oleh Irãdah-Nya dan bersifat nisbi, maka pada hakikatnya manusia dan alam semesta itu adalah ketiadaan. Sesungguhnya manusia dan alam semesta ini tidak ada. Keduanya menjadi “ada” karena dikehendaki oleh Yang Maha Ada. 

    Kehendak Yang Maha Ada tidak dapat diprediksi, kapan dan bagaimana sesuatu yang dikehendaki itu diadakan atau ditiadakan. Tak dapat diprediksi pula, bagaimana Yang Maha Ada mengambil cara untuk mengadakan sesuatu, apakah dengan suatu sebab atau tanpa sebab. Karena keberadaan manusia dan alam semesta dimunculkan berdasarkan kehendak (Irãdah), maka semua sangat bergantung dan akan kembali kepada Yang Maha Berkehendak. Sang Maha Ada, karena yang awal dan akhir serta kekal (baqã’) hanya Allah Yang Maha Ada, “innã lillãhi wa innã ilaihi rãji’ûn”. 

    Oleh karena itu, manusia dan alam semesta ini sejatinya merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dengan Kehendak-Nya, berasal dari-Nya dan akan kembali kepada-Nya. Kenyataan ini adalah sebuah “kebenaran tertinggi” yang kesadarannya harus dicapai oleh manusia. Sehingga wujud manusia yang nisbi harus dinegasikan dengan sebuah penafian atau peniadaan melalui kalimat agung “Lã ilãha illa Allãh“, tidak ada tuhan selain Allah.

     Kesadaran manusia akan “kebenaran tertinggi” harus diwujudkan dengan melemparkan klaim keberadaan sejauh-jauhnya. Bahwa tidak ada wujud selain Allah, tidak ada maksud selain Allah, dan tidak ada kecintaan selain Allah. 

    Klaim keberadaan, sekecil apapun (walau sebesar biji dzarrah), adalah sebuah kesombongan. Berusahalah untuk membuangnya jauh-jauh. Karena pencapaian kesadaran akan ketiadaan ini sangatlah penting, maka setiap manusia (mau tidak mau, like or dislike) dituntut harus berbuat menurut sandaran yang ditentukan oleh-Nya, yaitu patuh kepada perintah-Nya melalui ketentuan yang diturunkan melalui utusan-Nya (athî‘ullãha wa athî‘ur rasûl). 

    Ketika manusia berbuat menurut hawa nafsunya, tanpa peduli dengan perintah-perintah-Nya, maka berarti ia telah menentang kodrat “ketiadaan” yang telah ditentukan. Kodrat “ketiadaan” manusia telah hilang dari kesadarannya akibat kesombongan yang diperbuatnya. 

    Karena itu, semua prilaku yang didasari atas kesombongan akan dihadapkan pada Sang Pemilik Wujud Mutlak untuk dimintakan pertanggungjawabannya.

    Saudaraku yang dikasihi Allah SWT, marilah kita berusaha untuk mencapai sebuah kesadaran tertinggi, bahwa kita tidak akan pernah ada, jika Yang Maha Menghendaki tidak berkehendak ada. Suatu saat, kita akan kembali kepada kehendak-Nya, yaitu kematian. 

    Saat itu, kita mulai mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita ketika wujud semu kita “diadakan” oleh sebuah kehendak dari Yang Maha Ada. Bahwa “keberadaan” yang dinafikan pada puncaknya akan menghasilkan sebuah kesaksian; ‘araftu rabbî birabbî, “aku mengenal Tuhanku dengan Tuhanku”. 

    Mari kita tutup kajian ini dengan sebuah do’a:

     Ø§Ù„لّٰ Ù‡ Ù…ÙŽ رََحْمَتَكََ أَََرْ جوَ فََلَََ تََكِلْنِي إَِلَى نََفْسِي طََرْفَةََ عََيْ ن، وََأَصْلِحَْ لَِيَْ شََأْنِي كل Ù‡ ØŒ Ù„ÙŽÙŽÙ’ÙŽ إَِلَهََ إَِلَ أََنْتََ

    Allãhumma rahmataka arjû falã takilnî ilã nafsî tharfaka ainin ashlih lî sya’nî kullah, lã ilãha illã anta. “Ya Allah, rahmat-Mu aku harapkan, janganlah Engkau serahkan (segala urusanku) kepada diriku walau sekejap mata, perbaikilah segala urusanku, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau”. Ãmîn yâ Rabbal ‘âlamîn Wallãhu A’lamu bish-Shawãb.


    Editor. Jasril chaniago




     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Kanwil Ditjenpas Riau Perkuat Sinergi dengan Lembaga Adat Melayu
  • Perkuat Sinergi, Kalapas Kelas IIA Pekanbaru Jalin Koordinasi dengan BNN dan Pengadilan Negeri
  • Program JALUR Polres Dumai Hadir di Pesisir Tanjung Palas, Salurkan Sembako dan Gelar Pengobatan Gratis
  • Kabid Humas Polda Sumbar Sambangi Redaksi Langgam.id, Perkuat Kolaborasi dengan Media Siber
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Kanwil Ditjenpas Riau Perkuat Sinergi dengan Lembaga Adat Melayu
    03 Perkuat Sinergi, Kalapas Kelas IIA Pekanbaru Jalin Koordinasi dengan BNN dan Pengadilan Negeri
    04 Program JALUR Polres Dumai Hadir di Pesisir Tanjung Palas, Salurkan Sembako dan Gelar Pengobatan Gratis
    05 Kabid Humas Polda Sumbar Sambangi Redaksi Langgam.id, Perkuat Kolaborasi dengan Media Siber
    06 Pastikan Pembangunan Tak Ganggu Arus Lalu Lintas, Ditlantas Polda Riau Bahas Andalalin Restaurant Thai Street Pekanbaru
    07 Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Pemaparan Hasil Akhir Evaluasi dan Perbaikan Tata Kelola Pelayanan Publik
    08 Konflik KSO dengan Masyarakat Desa Kotagaro
    09 Rangkaikan Kebersamaan & Pengabdian, Polres Kampar Gelar Syukuran Hari Jadi Polwan ke-78
    10 HUT ke-78 Polwan, Kapolres Payakumbuh : " Teruslah Menjadi Sosok Humanis dan Profesional "
    11 Cegah Sebelum Terbakar: Tim Pamen Mabes TNI Gelar Sosialisasi Karhutla di XIII Koto Kampar, Perkuat Deteksi Dini & Sinergi Warga
    12 Tim URC Satreskrim Polres Pasaman Barat Mengamankan Seorang Pemuda Yang Mengamuk Menggunakan Sebilah Pisau
    13 Lapas Pasir Pangarayan Perkuat Komunikasi dengan Warga Binaan Melalui Kegiatan Sambung Rasa
    14 Polantas Karib Edukasi Mahasiswa Baru STT Pekanbaru, Dorong Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas & Cinta Lingkungan
    15 Apresiasi Tiga Pegawai Rutan Kelas I Pekanbaru Mendapatkan Penghargaan
    16 Polres Siak Gelar Rakor Percepatan Penegakan Hukum Karhutla dilakukan Secara Profesional, Transparan, dan Sesuai Ketentuan Perundang-undangan
    17 Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini, Polresta Pekanbaru Gelar Edukasi Green Policing di SD Negeri 68
    18 Bintan–Klaten Jalin Kerja Sama, Perluas Pasar Produk UMKM
    19 Bupati Bintan Pimpin Rapat Koordinasi Pencegahan Dan Kesiapsiagaan Karhutla Serta Kekeringan
    20 Polsek Bukit Kapur Ungkap Kasus Pencurian Dua Ban Mobil, Dua Tersangka Diamankan
    21 APJI Riau: Dana Bukan Penghalang, Semangat Pemuda Rumbai Patut Diapresiasi
    22 Polres Kampar Tangkap 4 Pelaku Pembakaran Karhutla dan Sebabkan 17 Hektar Lahan Terbakar di Kecamatan Tambang
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com