Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Mengadakan Tausiyah HIKMAH Puasa Hari Ke 30
Jumat, 21-04-2023 - 08:55:04 WIB 👁 6599
Foto: Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Dr Supardi SH MH dan Jajaran Kejaksaan Tinggi Riau
TERKAIT:
 
  • Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Mengadakan Tausiyah HIKMAH Puasa Hari Ke 30
  •  

    SERGAPONLINE.COM PEKANBARU - Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Dr Supardi SH MH Als. Rd Mahmud Sirnadirasa

    وَال صلََةَ وََال سلََ مَ عَََلَى محَ م دَ وََاٰلِهَِ مََعََ اَلت سْلِيْمَِ وََبِهَِ نََسْتَعِيْ نَ فَِى تََحْصِيْلَِ اَلْعِنَايَةَِ اَلْعَآ مةَِ وََالْهِدَايَةَِ اَلت آ مةَِ، آَمِيْنََ يََا رََ بَ اَلْعَالَمِيْنََ

    Bismillâhirrahmânirrahîm Wasshalâtu wassalâmu ‘alâ Muhammadin wa âlihî ma’at taslîmi wabihî nasta’înu fî tahshîlil ‘inâyatil ‘âmmati wal-hidâyatit tâmmah, âmîn yâ Rabbal ‘âlamîn.

    “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, kepadaNya kami memohon pertolongan dalam mencapai inayahNya yang umum dan petunjukNya yang sempurna, âmîn yâ Rabbal ‘âlamîn“.

    Usia Nabi sebelum Nabi Muhammad SAW dan umatnya bisa ratusan tahun, tetapi untuk umat Nabi Nuhammad rata-rata 60-70 tahun. Rasulullah SAW sendiri pernah mengabarkan usia kebanyakan umatnya dalam hadits sebagai berikut:

    عَنَْ أَََبِيَْ هرَيْرَةََ رَََضِيََ اََللَّٰ تَََعَالَى عَََنْهَ قَََالَ، قَََالََ رَََ سوْ لَ اََللَِّٰ صَََل ى اََللَّٰ عَََلَيْهَِ وَََسَل مََ أَََعْمَا رَ أََ متِيََْ
    »ÙŽ Ø±ÙŽÙˆØ§Ù‡ اَلترمذي «ÙŽ Ù…ÙŽØ§ بََيْنََ اَل ست ينََ Ø¥ÙŽÙ„ÙŽÙ‰ اَل سبْعِينََ وََأَقَلُّ همَْ Ù…ÙŽÙŽÙ†ÙŽÙ’ ÙŠÙŽÙŽ جوْ زَ ذََلِكََ

    “Dari Abu Hurairah RA. Ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Usia umatku (umumnya berkisar) antara 60 sampai 70 tahun. Jarang sekali di antara mereka melewati (angka) itu.’” (HR At-Tirmidzi). Meski jarang, tetapi umur sahabat ada yang sampai ratusan tahun. Seperti yang dialami Salman Al Farisi.

    Tetapi tentu juga ada yang belum sampai 60 tahun usianya sudah meninggal dunia. Untuk yang usia panjang ini, Rasulullah SAW menyebutkan jika amalnya banyak akan menjadi manusia yang terbaik. Ini tergambar dalam Hadits sebagai berikut:

    عَنَْ عَََبْدَِ اََل رحْمَنَِ بََْنَِ أَََبِى بَََكْرَةََ عَََنَْ أَََبِيهَِ أَََ نَ رَََ جلََا قَََالَ، يَََا رَََ سولََ اََللَِّٰ أَََىَُّ اََلن اسَِ خَََيْرٌ؟ قَََالَ،َََ
    رََواهََ «ÙŽÙŽ Ù…ÙŽÙ†ÙŽÙ’ طَََالََ ع Ù… رهَ ÙˆÙŽÙŽÙŽØ­ÙŽ سنََ عََمَل Ù‡ ØŒ قَََالََ فَََأىََُّ اََلن اسَِ شََرٌّ؟ قَََالََ Ù…ÙŽÙŽÙŽÙ†ÙŽÙ’ طََالََ ع Ù… رهَ وَََسَاءََ عَََمَل Ù‡ÙŽ
    »ÙŽÙŽ Ø§Ø­Ù…Ø¯ØŒ وَالترمذي، وَالحاكم، وَصححه اَلألباني

    Dari Abdurrahman bin Abu Bakrah, dari bapaknya, bahwa seorang laki-laki berkata, “Wahai Rasûlullâh, siapakah manusia yang terbaik?” Beliau menjawab, “Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya”. Dia bertanya lagi, “Lalu siapakah orang yang terburuk?” Beliau menjawab, “Orang yang berumur panjang dan buruk amalnya”. [HR. Ahmad; Tirmidzi; dan Al-Hâkim.

    Dishahihkan oleh Al-Albâni rahimahullah dalam Shahîh at-Targhîb wat Tarhîb, 3/313, no. 3363, Maktabul Ma’arif, cet. 1, th 1421 H / 2000 M] Dengan kedua hadits yang disebutkan di atas maka bagi yang telah mencapai usia 60 tahun atau lebih maka bersyukurlah karena kita telah dapat dikatakan sebagai orang yang panjang umur, dan telah mencapai usia waspada untuk kembali kepadaNya.

    Pada usia itu (60 tahun), sinyal-sinyal kembali kepadaNya telah semakin jelas untuk kita mempersiapkan diri kembali ke alam kematian dengan amalan mulia. Hal ini tentunya sering kita mendengar ketika ada yang berulang tahun dengan menyanyikan “panjang umurnya serta mulia…!!!”. So, tanpa kemuliaan akhlak kehidupan menjadi sia-sia belaka. Pernah terjadi di zaman Nabi Dawud AS., ketika seseorang telah diberi tahu waktu kematiannya.

    Namun demikian, Allah tetap mengujinya dengan sesuatu yang tidak disangka-sangka. Bagaimana kisahnya ? Yuk kita simak… Dikisahkan bahwa dahulu Nabi Dawud AS memiliki seorang sahabat. Layaknya seorang sahabat, ia begitu dekat dengan Sang Nabi AS.

    Hubungannya dengan Sang Nabi terjalin begitu erat. Bahkan bisa dikatakan, ia juga merupakan pengikut setia dakwah Nabi Dawud AS. Sungguh, ia merupakan sahabat yang dicintai oleh Nabi Dawud. Namun sayang, tiba-tiba saja Malaikat Jibril turun ke bumi dan berkata, “Wahai Nabi Dawud, berilah kabar kepada sahabatmu itu, bahwa ajalnya akan segera tiba. 50 hari lagi ia akan meninggal dunia.” Seketika Nabi Dawud AS pun tercengang. Bagaimana tidak, sahabat yang ia kasihi ternyata ditakdirkan oleh Allah untuk sebentar lagi akan undur diri meninggalkan dunia yang fana ini. Akhirnya dengan berat hati, Nabi Dawud AS mengatakan perihal kabar yang telah ia terima dari Malaikat Jibril.
    “Wahai sahabatku, sesungguhnya aku tak sampai hati untuk menyampaikan hal ini kepadamu.

    Namun Jibril memerintahkanku untuk mengatakan kepadamu bahwa ajalmu telah dekat. 50 hari lagi, engkau akan meninggalkan dunia ini,” kata Nabi Dawud AS dengan lirih kepada sahabatnya itu. Mendengar penuturan Nabi Dawud AS, ia begitu bersedih. Betapa cepat waktu berlalu.

    Hingga tak terasa, sebentar lagi ia akan meninggalkan dunia dan berpisah dengan seseorang yang begitu ia cintai. Tak lain tak bukan adalah Dawud AS, Sang Nabi yang selalu ia dampingi. Namun ia tak mau terlarut dalam kesedihan terlalu lama. Di sisa waktunya yang tinggal 50 hari lagi, ia bergegas untuk bersiap-siap menjemput ajal dengan penuh kerelaan.

    Mulai hari itu, ia gunakan hari-harinya untuk lebih semangat dalam beribadah. Hari demi hari silih berganti. Hingga tibalah hari ke-50, waktu ajalnya untuk menghampiri. Ia lantas menyiapkan makanan. Bukan untuk ia makan, melainkan rencananya akan ia haturkan kepada Sang Nabi AS sebagai simbol penghormatan perpisahan.

    Di tengah perjalanannya menemui Nabi Dawud AS, ia berpapasan dengan seorang faqir yang kelaparan. Hatinya pun bimbang. Di satu sisi, ia begitu iba dengan si faqir tersebut. Namun di sisi lain, makanan itu adalah hidangan perpisahan yang ia siapkan khusus untuk Nabi Dawud AS. Ia lantas menghalau kebimbangannya dengan segera.

    Sembari mengulurkan makanan yang ia bawa, dalam hati ia berkata, “Ah, mengapa aku mengedepankan egoku untuk memberi Nabi Dawud AS. Padahal jelas-jelas si faqir ini lebih membutuhkannya.” Si faqir lantas menyambut uluran tangan berisi makanan dengan penuh gembira. Sungguh dari raut mukanya terpancar kebahagiaan tak terkira.

    Bak seorang nelayan yang tak sengaja menemukan harta karun emas permata. Segera saja, si faqir menyantap makanan hingga tak tersisa. Setelah kejadian tersebut, Malaikat Jibril AS lantas diperintahkan oleh Allah ta’ala untuk memberi kabar kepada Nabi Dawud AS. Kabar itu mengatakan bahwa berkah sedekah makanan sahabatnya itu, Allah menunda ajalnya.

    Ia diberikan anugerah tambahan umur 50 tahun lamanya. Setelah ia sampai menghadap kepada Nabi Dawud AS., maka Nabi Dawud pun mengabarkan hal tersebut. Ia terkaget, tak menyangka, bercampur rasa gembira penuh suka cita. Ia lantas bersyukur pada Allah Ta’ala. Subhanallãh, betapa luas karunia dan rahmat Allah Ta’ala. Renungan yang dapat kita petik dari kisah di atas adalah bahwa walaupun kita mengetahui batas usia kita, namun tidak menjamin Allah Ta’ala tidak mengujinya.

    Karena itu, jangan pernah merendahkan amal sekecil apapun karena mungkin saja Allah menyimpan rahasiaNya di dalam amal itu.

    Maka sampaikanlah nasehat atau pengingat apapun kepada sesama umat sebagai amal sholeh kita. Mungkin saja nasehat itu menjadi penyebab Allah merahmati kita. ***Kisah ini disarikan dari Kitab Hasyiyah As-Shawy ‘ala Tafsir Jalalain juz II, halaman 5 karya Syekh Ahmad bin Muhammad As-Shawy Al-Misri Al-Khalwati Al-Maliki (1175-1241 H/1761-1825 M). Marilah kita tutup dengan berdo’a :

    اَللٰ ه مَ طَََ وِلَْ ع موْرَنَا وَََصَ ححَْ أَََجْسَادَنَا وَََنَ وِرَْ قََ ل وْبَنَا وَََثَب تَْ إََِيْمَانَنَا وَََأَحْسِنَْ أَََعْمَالَنَا وَََوَ سعَْ أَََرْزَاقَنَاََ
    وَإِلَى اَلخَيْرَِ قََ ربْنَا وََعَنَِ اَل ش رَ اََبْعِدْنَا وََاقْضَِحََوَائِجَنَا فَِى اَل ديْنَِ وََالدُّنْيَا وََالْْٓخَِرَةَِ إََِن كََ عََلَى ك لَََ
    شَىْ ءَ قََدِيْرٌَ

    Allãhumma thawwil umûranã, wa shahhih ajsãdanã, wa nawwir qulûbanã, wa tsabbit îmãnanã wa ahsin a’mãlanã, wa wassi’ arzãqanã, wa ilal khairi qarribnã wa ‘anisy-syarri ab’idnã, waqdhi hawãijanã fid-dîni wad-dunyã wal-ãkhirati innaka ‘alã kulli syai-in qadîr “Ya Allah, panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” Doa ini dapat dipanjatkan setiap hari agar senantiasa diberi keberkahan dalam hidup oleh Allah SWT. Wallãhu A’lamu bish-Shawãb.

    Editor: jasril chaniago




     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Kanwil Ditjenpas Riau Perkuat Sinergi dengan Lembaga Adat Melayu
  • Perkuat Sinergi, Kalapas Kelas IIA Pekanbaru Jalin Koordinasi dengan BNN dan Pengadilan Negeri
  • Program JALUR Polres Dumai Hadir di Pesisir Tanjung Palas, Salurkan Sembako dan Gelar Pengobatan Gratis
  • Kabid Humas Polda Sumbar Sambangi Redaksi Langgam.id, Perkuat Kolaborasi dengan Media Siber
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Kanwil Ditjenpas Riau Perkuat Sinergi dengan Lembaga Adat Melayu
    03 Perkuat Sinergi, Kalapas Kelas IIA Pekanbaru Jalin Koordinasi dengan BNN dan Pengadilan Negeri
    04 Program JALUR Polres Dumai Hadir di Pesisir Tanjung Palas, Salurkan Sembako dan Gelar Pengobatan Gratis
    05 Kabid Humas Polda Sumbar Sambangi Redaksi Langgam.id, Perkuat Kolaborasi dengan Media Siber
    06 Pastikan Pembangunan Tak Ganggu Arus Lalu Lintas, Ditlantas Polda Riau Bahas Andalalin Restaurant Thai Street Pekanbaru
    07 Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Pemaparan Hasil Akhir Evaluasi dan Perbaikan Tata Kelola Pelayanan Publik
    08 Konflik KSO dengan Masyarakat Desa Kotagaro
    09 Rangkaikan Kebersamaan & Pengabdian, Polres Kampar Gelar Syukuran Hari Jadi Polwan ke-78
    10 HUT ke-78 Polwan, Kapolres Payakumbuh : " Teruslah Menjadi Sosok Humanis dan Profesional "
    11 Cegah Sebelum Terbakar: Tim Pamen Mabes TNI Gelar Sosialisasi Karhutla di XIII Koto Kampar, Perkuat Deteksi Dini & Sinergi Warga
    12 Tim URC Satreskrim Polres Pasaman Barat Mengamankan Seorang Pemuda Yang Mengamuk Menggunakan Sebilah Pisau
    13 Lapas Pasir Pangarayan Perkuat Komunikasi dengan Warga Binaan Melalui Kegiatan Sambung Rasa
    14 Polantas Karib Edukasi Mahasiswa Baru STT Pekanbaru, Dorong Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas & Cinta Lingkungan
    15 Apresiasi Tiga Pegawai Rutan Kelas I Pekanbaru Mendapatkan Penghargaan
    16 Polres Siak Gelar Rakor Percepatan Penegakan Hukum Karhutla dilakukan Secara Profesional, Transparan, dan Sesuai Ketentuan Perundang-undangan
    17 Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini, Polresta Pekanbaru Gelar Edukasi Green Policing di SD Negeri 68
    18 Bintan–Klaten Jalin Kerja Sama, Perluas Pasar Produk UMKM
    19 Bupati Bintan Pimpin Rapat Koordinasi Pencegahan Dan Kesiapsiagaan Karhutla Serta Kekeringan
    20 Polsek Bukit Kapur Ungkap Kasus Pencurian Dua Ban Mobil, Dua Tersangka Diamankan
    21 APJI Riau: Dana Bukan Penghalang, Semangat Pemuda Rumbai Patut Diapresiasi
    22 Polres Kampar Tangkap 4 Pelaku Pembakaran Karhutla dan Sebabkan 17 Hektar Lahan Terbakar di Kecamatan Tambang
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com