Langkah Nyata Ketua TP- PKK Trenggalek Berhasil Turunkan Angka Perkawinan Anak
Rabu, 02-08-2023 - 16:21:07 WIB šŸ‘ 8057
Foto : Ketua TP- PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini,SE.M.E, Foto: Saat Workshop Pencegahan Perkawinan Anak (CEPAK)
TERKAIT:
 
  • Langkah Nyata Ketua TP- PKK Trenggalek Berhasil Turunkan Angka Perkawinan Anak
  •  

    SERGAPONLINE.COM TRENGGALEK - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, 

    Novita Hardini S.E, M.E.,telah terbukti berhasil menurunkan angka perkawinan anak serta mensejahterakan hak anak
    dengan Program Desa Nol Perkawinan Anak.

    Disaat angka perkawinan anak yang masih cukup tinggi di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur, hal tersebut
    menjadi perhatian, khusus bagi tokoh inspiratif penggerak pemberdayaan perempuan seperti Novita
    Hardini. S.E, M.E.

    Selaku Tim Penggerak PKK Provinsi
    Jawa Timur, memilih Trenggalek sebagai rumah rujukan belajar praktik baik yang di selenggarakan
    pada tanggal 1 Agustus 2023 di Kabupaten Trenggalek.
    Novita Hardini menegaskan seluruh kader terus bergerak membangun komitmen di semua lini PKK
    sampai pada tingkat dasa wisma untuk mewujudkan Desa Nol Perkawinan Anak serta aktif
    menggelar kampanye pencegahan perkawinan anak dielemen organisasi masyarakat, forum
    perempuan, forum anak, forum pemerintah desa dan kabupaten.
    Inisiator Program Sepeda Keren (Sekolah Perempuan Disabilitas, Anak, dan Kelompok Rentan
    Lainnya) berparas ayu ini mengatakan bahwa pencegahan perkawinan anak ini adalah menjadi
    tanggung jawab bersama. Konsistensi praktek baik dalam mensejahterakan hak anak inilah yang
    akhirnya bisa membawa Kabupaten Trenggalek mengalami penurunan angka perkawinan anak dari
    tahun 2021 sebesar 7.67% menjadi 3.80% ditahun 2022, dan menjadi 2,1% pada semester 1 tahun
    2023 ini.
    Cegah perkawinan anak sendiri merupakan komitmen bersama antara pemerintah daerah, perangkat
    daerah terkait, tokoh agama, pengadilan agama dan beberapa pihak terkait lainnya. Semuanya
    sepakat untuk membuat SOP perkawinan usia anak.
    Tujuannya adalah memberikan perlindungan kepada anak. Kalau dulu cegah perkawinan anak ini,
    masyarakat merasa dihalang halangi dan sekarang ini tidak. Para orang tua sudah banyak yang sadar
    bawasannya undang-undang perkawinan anak menetapkan batas usia minimal diperbolehkan dalam
    perkawinan itu 19 tahun.
    Menunjang hal tersebut Pemkab Trenggalek telah membentuk pusat pembelajaran keluarga yang
    berfungsi memberikan edukasi pola pengasuhan yang benar dan sebagainya. Setiap anak yang mau
    menikah dengan alasan apapun itu wajib dilakukan assesment oleh Pusat Pembelajaran Keluarga
    (Puspaga) yang diasuh oleh psikolog dari Dinas Sosial. Kemudian kepala desa boleh mengeluarkan
    formulir N1 kalau sudah ada rekomendasi dari Puspaga. Upaya ini dirasa cukup sangat efisien
    mence"Hari ini, Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek dipilih untuk menceritakan best practice apa
    saja yang Trenggalek telah lakukan untuk menekan angka perkawinan usia anak di Kabupaten
    Trenggalek," tutur Novita Hardini, Ketua TP PKK Trenggalek kepada awak media, Selasa (1/8).
    “Saya, mewakili Tim Penggerak PKK Kabupaten, sambungnya menambahkan, "menceritakan
    beberapa inovasi dan langkah strategis yang dilakukan oleh Tim Penggerak PKK. Tidak hanya
    ketika saat ini, tapi sejak tahun 2019 sudah menjadi perhatian kami tentang bagaimana memberikan
    kemerdekaan yang benar-benar merdeka bagi anak anak." Imbuh tokoh perempuan itu.
    Ketika ditanya bagaimana pandangannya terhadap issue pernikahan usia anak, dirinya menjawab
    lugas,
    "Bagi saya, ilmu pengetahuan itu adalah kunci, karena saya merasakan bagaimana menjadi anak
    yang pernah diminta dan bertumbuh dalam budaya yang percaya bahwa menikah itu guna
    mengangkat derajat ekonomi keluarga, namun saya menolak dengan penuh keyakinan. Saya yakin,
    tanpa ilmu dan pengetahuan, derajat kemiskinan lah yang akan meningkat. Jadi, Bagi seluruh anak
    diluar sana, kita harus pahami, bahwa kita tidak butuh siapapun selain diri kita sendiri untuk bisa
    membantu masa depan kita. Maka dari itu tujuan utamanya haruslah meningkatkan kapasitas diri,
    supaya bisa menjadi pelindung bagi kita sendiri kedepannya," pesan Novita.

    Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jatim, Arumi Bachsin menyebutkan pernikahan usia
    anak, memiliki tantangan berbeda beda setiap daerah. Namun, Kabupaten Trenggalek telah
    menunjukkan kiprahnya dalam melahirkan berbagai Inovasi yang bisa menjadi inspirasi bagi
    Kabupaten / Kota yang ada di Jawa Timur. Baik komitmen kepala daerahnya, hingga Ketua TP
    PKKnya, Kabupaten Trenggalek dipilih karena keberhasilannya menekan perkawinan usia anak di
    Kabupaten Trenggalek." Ucap Arumi
    Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur ini memuji upaya pencegahan perkawinan anak
    Kabupaten Trenggalek yang dianggap baik, karena angkanya yang semakin baik.
    "Trenggalek semakin ke sini penurunannya semakin sangatlah signifikan. Kalau dilihat Trenggalek
    adalah kabupaten yang cukup dingin dan daerah-daerah cukup dingin ini biasanya bahaya. Cuaca
    yang mendukung sehingga banyak anak yang kemudian ingin cepat menikah. Tetapi karena
    komitmen banyak pihak sehingga dapat menekan angka pernikahan anak sangat luar biasa. Dari
    tahun ke tahun angka perkawinan anak semakin menurun," tekannya.

    Reporter : Langgeng




     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Kabid Humas Polda Sumbar Sambangi Redaksi Langgam.id, Perkuat Kolaborasi dengan Media Siber
  • Pastikan Pembangunan Tak Ganggu Arus Lalu Lintas, Ditlantas Polda Riau Bahas Andalalin Restaurant Thai Street Pekanbaru
  • Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Pemaparan Hasil Akhir Evaluasi dan Perbaikan Tata Kelola Pelayanan Publik
  • Konflik KSO dengan Masyarakat Desa Kotagaro
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Kabid Humas Polda Sumbar Sambangi Redaksi Langgam.id, Perkuat Kolaborasi dengan Media Siber
    03 Pastikan Pembangunan Tak Ganggu Arus Lalu Lintas, Ditlantas Polda Riau Bahas Andalalin Restaurant Thai Street Pekanbaru
    04 Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Pemaparan Hasil Akhir Evaluasi dan Perbaikan Tata Kelola Pelayanan Publik
    05 Konflik KSO dengan Masyarakat Desa Kotagaro
    06 Rangkaikan Kebersamaan & Pengabdian, Polres Kampar Gelar Syukuran Hari Jadi Polwan ke-78
    07 HUT ke-78 Polwan, Kapolres Payakumbuh : " Teruslah Menjadi Sosok Humanis dan Profesional "
    08 Cegah Sebelum Terbakar: Tim Pamen Mabes TNI Gelar Sosialisasi Karhutla di XIII Koto Kampar, Perkuat Deteksi Dini & Sinergi Warga
    09 Tim URC Satreskrim Polres Pasaman Barat Mengamankan Seorang Pemuda Yang Mengamuk Menggunakan Sebilah Pisau
    10 Lapas Pasir Pangarayan Perkuat Komunikasi dengan Warga Binaan Melalui Kegiatan Sambung Rasa
    11 Polantas Karib Edukasi Mahasiswa Baru STT Pekanbaru, Dorong Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas & Cinta Lingkungan
    12 Apresiasi Tiga Pegawai Rutan Kelas I Pekanbaru Mendapatkan Penghargaan
    13 Polres Siak Gelar Rakor Percepatan Penegakan Hukum Karhutla dilakukan Secara Profesional, Transparan, dan Sesuai Ketentuan Perundang-undangan
    14 Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini, Polresta Pekanbaru Gelar Edukasi Green Policing di SD Negeri 68
    15 Bintan–Klaten Jalin Kerja Sama, Perluas Pasar Produk UMKM
    16 Bupati Bintan Pimpin Rapat Koordinasi Pencegahan Dan Kesiapsiagaan Karhutla Serta Kekeringan
    17 Polsek Bukit Kapur Ungkap Kasus Pencurian Dua Ban Mobil, Dua Tersangka Diamankan
    18 APJI Riau: Dana Bukan Penghalang, Semangat Pemuda Rumbai Patut Diapresiasi
    19 Polres Kampar Tangkap 4 Pelaku Pembakaran Karhutla dan Sebabkan 17 Hektar Lahan Terbakar di Kecamatan Tambang
    20 Polresta Pekanbaru Dorong Swasembada Pangan, Personel Polsek Binawidya Aktif Rawat Tanaman Jagung
    21 Tindak Tegas PETI: Polsek Kampar Kiri Bongkar Lokasi Tambang Emas Tanpa Izin di Sungai Tanjung Permai
    22 Festival Pawai Budaya Bintan 2026: Sekda Ronny Ajak Warga Jaga Budaya Dan Kuatkan UMKM
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com