Bersatu Untuk Lestarikan Budaya Indonesia,
Sederet Pesohor Tampil dalam Ketoprak Tari Retno Dumilah, Srikandi dari Madiun
Minggu, 27-08-2023 - 16:40:35 WIB 👁 15441
 |
| Ket Foto: Para pemain berfoto bersama |
SERGAPONLINE.COM JAKARTA - 25 Agustus 2023 Sanggar Gending Enem bersama Ikatan Alumni SMAN 6 Jakarta atau biasa disebut Sixerhood dan Yasma 6 (Yayasan Alumni SMAN 6 Jakarta) memprakasai pagelaran Ketoprak Tari Retno Dumilah dalam rangka peringatan Hari. Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78 sebagai bentuk kontribusi dalam pelestarian budaya Indonesia, khususnya budaya seni tari Jawa klasik. Berkolaborasi dengan Wayang Orang Bharata, pentas Retno Dumilah didukung oleh sekitar 150 penari dan pengrawit yang terdiri dari kalangan pecinta seni tari baik pemula maupun profesional, para pesohor Maudy Koesnaedi, Ira Wibowo, Dewi Gita, Metta Ariesta, Chitra Nartomo, Prof. Hikmahanto Juwana,S.H LL.M, Ph.D dan Prof. Dr. Achsanul Qosasi, serta siswa-siswi tingkat SD, SMP dan SMA di DKI Jakarta.
Ketoprak tari Retno Dumilah akan digelar di Theater Besar Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, pada Minggu, 27 Agustus 2023 pukul 15.00–18.00.Pagelaran ini mengajak penonton untuk menikmati seni tari kisah kepahlawanan Srikandi dari Madiun dalam memimpin prajurit perempuan melawan pasukan Kerajaan Mataram. Lakon ini diangkat untuk memaknai perjuangan merebut kedaulatan wilayah tanah Madiun. Selain itu ada nilai tentang kesetaraan gender yang sudah hidup di tengah masyarakat kita sejak abad ke-16. Sebagai bagian dari sejarah, Retno Dumilah merupakan representasi dari kesetaraan gender, emansipasi dan pemberdayaan perempuan yang sangat relevan dengan realita saat ini, juga sejalan dengan semangat HUT RI ke-78 yang berdaulat untuk terus melaju menuju Indonesia maju.“Sebagai bentuk kontribusi kami terhadap pelestarian budaya, kami menghadirkan pertujukan Ketoprak Tari ini dengan harapan memberikan energi positif bagi para pecinta seni dari berbagai kelompok usia dan khususnya komunitas tari sembari uri uri budaya,” kata Hendro Prastowo, Ketua Panitia Pagelaran Retno Dumilah.“Melestarikan nilai-nilai budaya akan memperkuat jatidiri dan karakter bangsa. Muatan nilai yang bisa diambil dari tokoh Retno Dumilah dapat dijadikan pedoman, acuan, maupun referensi bagi pembentukan karakter diri. Kami berharap dapat memberikan dampak positif bagi generasi muda yang berpartisipasi dalam kegiatan ini, baik sebagai pendukung acara maupun sebagai penonton,” kata Prof. Hikmahanto Juwana, Ketua Umum Sixerhood periode 2022- 2025. Maudy Koesnaedi menambahkan: “Ini kali ketiga saya tampil bersama Gending Enem dalam pertunjukan Ketoprak Tari. Selalu ada rasa rindu untuk tampil menari Jawa klasik. Selain sebagai ajang menambah pengetahuan, juga jadi tempat reuni. Seperti, kali ini saya bertemu lagi dengan penari wayang orang yang dulu masih kecil sekarang sudah menginjak remaja. Bangga melihat mereka konsisten di jalur budaya. Ira Wibowo, aktris berayah Jawa dan beribu Jerman, yang berperan sebagai Permaisuri Senopati, menuturkan: “Saya bahagia bisa berpartisipasi dalam Ketoprak Retno Dumilah ini. Selain mendalami seni tari, saya juga banyak mendapatkan pelajaran tentang nilai budaya Jawa. Ini membuat saya semakin mencintai budaya Indonesia, khususnya kesenian Jawa tradisional.” Berperan sebagai Nyai Adipati Madiun, Dewi Gita ungkapkan kegembiraannya dapat menjadi bagian dari pagelaran ini: “Senang bergabung di Ketoprak Tari ini, karena saya merasa tertantang untuk bisa menyinden tembang Jawa. Hal ini baru buat saya karena saya biasa nembang Sunda. Saya bangga bisa ikut berkontribusi dalam melestarikan budaya.” Pemeran tokoh Retno Dumilah, Metta Ariesta mengatakan: “Walaupun ini merupakan kali ketiga saya berperan sebagai Srikandi namun gerak tari peran sebagai Srikandi Madiun agak berbeda dengan gerak tari Srikandi pada peran sebelumnya dan merupakan pengalaman baru bagi saya. Tokoh Ratna Dumilah yang saya perankan ini memberikan inspirasi juga tentang nilai-nilai kepemimpinan, integritas dan ketangguhan kaum wanita serta kesetaraan gender. Selain itu saya turut bangga dan bahagia bisa ikut serta dalam melestarikan kebudayaan Indonesia, khususnya tari Jawa”. Prof. Achsanul Qosasi, Guru Besar Kehormatan Universitas Airlangga. Surabaya, dan Pimpinan III Badan Pemeriksa Keuangan Negara (BPK), yang berperan sebagai Adipati Sumenep Jawa Timur, merasa bersemangat dan senang dapat bergabung dengan penampil lintas generasi dan profesi untuk melestarikan budaya dalam pagelaran yang berdurasi kurang lebih dua jam ini.“ Sebagai penyelenggara, kami senang dengan animo masyarakat dan bersyukur melihat respons positif yang kami terima dari berbagai kalangan serta antusiasme mereka untuk menyaksikan pertunjukan Ketoprak Tari Retno Dumilah,” pungkas Hendro saat menutup acara Jumpa Pers.
Reporter: James
Komentar Anda :