LP Bengkalis Kelas II A, Terima Penghargaan Dari Menteri Hukum Dan HAM Dengan Predikat Baik
Kamis, 24-01-2019 - 11:22:32 WIB 👁 28497
 |
Photo, Maizar Kepala Lapas kelas II A Bengkalis dengan Fadli Wartawan Sergaponline.com Bengkalis
|
SERGAPONLINE.COM BENGKALIS - Lembaga Pemasyarakatan Lapas Kelas II A Bengkalis Riau saat ini mengalami overload,dengan kapasitas yang seharusnya hanya menampung 309 penghuni, tetapi hingga tahun 2019 melonjak drastis hingga mencapai 1.239 penghini. Rabu sore (23/01/19).
Dengan tingginya jumlah warga binaan yang menghuni dilapas tersebut, sudah pasti jumlah pengunjung terutama dari keluarga penghuni lapas, yang datang akan membludak.
Meski begitu dari pihak lapas tidak pernah membatasi bagi keluarga yang ingin mengunjungi anggota keluarga mereka. Rata-rata setiap hari hampir 500 orang juga bisa lebih yang datang berkunjung. Lalu bagaimana pihak lapas mengatur agar seluruh keluarga yang berkunjung bisa kebagian waktu.
Maizar Kepala Lapas kelas II A Bengkalis Riau menjelaskan, bahwa pihaknya tidak pernah membatasi keluarga yang berkunjung, dan juga tidak dipungut biaya alias gratis.
“Tidak ada batasan bagi para pengunjung, yang ada itu pembagian untuk hari senin sampai kamis diperuntukan kasus narkoba, sedangkan jumat hingga minggu untuk kasus tipikor dan kriminal umum dan bagi pengunjung tidak dipungut biaya, karna Lapas kita menerapkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM)†jelas Kalapas
Selain pembagian jatah pengunjung sebagai upaya menghilangkan kesan bahwa penjara itu kejam, Lembaga Pemasyarakatan Lapas Kelas IIA juga menyediakan fasilitas bermain bagi anak-anak yang ramah lingkungan dan nyaman, bermain antara lain ayun-ayunan, prosotan dan sebagainya seolah seperti yang ada di taman kanak-kanak (TK) pada umumnya. Tembok pembatas juga dilukis dengan kesan ceria dan disukai anak-anak.
"ini dibuat agar anak-anak pengunjung bisa bermain tanpa mengganggu orang tua yang sedang lepas kangen atau saling berbicara. Jadi kita buatlah taman untuk anak-anak yang ramah lingkungan, ada fasilitas yang kita sediakan walaupun sederhana," tambah Maizar sambil tersenyum.
Lanjutnya, keberadaan fasilitas baru ini bagi anak-anak, disampaikan Maizar lagi, direspon cukup positif dan memuaskan pengunjung, bahkan pengunjung merasakan betah berlama-lama.
Maizar juga berencana, akan menyediakan klinik kesehatan khusus untuk para narapidana rawat inap, satu ruangan sedang direhab untuk dijadikan poliklinik, dan akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes), untuk mengetahui persyaratan yang harus dipenuhi.
"Karena kita sudah punya dokter maupun perawat, kecuali yang sifatnya darurat dan harus dilarikan ke rumah sakit. Penting juga keberadaan poliklinik ini, dan untuk menjaga keamanan, kita siapkan dahulu tempatnya, waktu saya di Lapas Pasirpangaraian, klinik diizinkan bahkan fasilitas seperti tempat tidur juga diberikan Dinkes," ungkap Maizar.
Dengan sistem dan fasilitas yang dibuat oleh Lapas Bengkalis dibawah pimpinan Maizar selaku Kepala Lapasnya, tak heran jika baru-baru ini tepatnya pada bulan Desember lalu beliau berhasil dianugerahi penghargaan dari Menteri Hukum dan HAM dengan predikat baik, karena beliau telah berhasil melaksanakan pelayanan publik berbasis hak asasi manusia dilapas Kelas II A Bengkalis. (f)
Komentar Anda :