Luar Biasa..! 12 Jam Terombang Ambing Ditengah Laut, Dua ABK Kapal Pengakut Semen Masih Bertahan Hid
Selasa, 29-01-2019 - 08:36:49 WIB 👁 33339
SERGAPONLINE.COM BENGKALIS - Bakhtiar dan Budi Santoso Dua ABK korban Kapal tenggelam pengangkut semen, seperti tak percaya dengan kisah hidup yang baru dialami, selama 12 Jam terombang ambing ditengah laut dan mencoba bertahan hidup dengan berbagai ujian yang dihadapi mereka. Sampai akhirnya ditemukan warga dalam kondisi terkapar di Pantai Tanjung Leban, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis Riau, Minggu sore. Senin sore(28/01/19)Di Polsek Sungai Pakneng.
KM Dharma Bahari Sumekar (DBS) 02, kapal yang mereka tumpangi sekaligus merupakan pelayaran pertama mereka, tenggelam di perairan Kabupaten Bengkalis, tak jauh dari perairan Tanjung Jati, perbatasan dengan Dumai, Minggu lalu(27/01/19).
"Ombak besar menghantam kapal, saat itu diperkirakan pukul 11 WIB malam, sempat 1 jam kapal kami terombang ambing sehingga dengan hantaman ombak yang tinggi membuat kapal oleng kekiri, akhirnya telungkup dan karam," kata Bahktiar Saat mulai menceritakan kisah bertahan hidupnya.
Dengan suara terlihat agak lemas karna masih trauma, Bakhtiar melanjutkan ceritanya lagi, saat itu seluruh kru kapal panik, dan terombang ambing akibat pukulan ombak dan kapal saat itu dalam posisi oleng kekiri, seluruh kru akhirnya berusaha menggapai benda yang bisa dijadikan untuk bisa bertahan dan mengambil posisi arah sebelah kanan kapal. Semuanya menggunakan life jackit termasuk kepada Dasril (korban yang masih belum ditemukan)
"Saya, budi dan bapak Dasril saat itu saling berpegangan, namun pak Dasril lepas dari pegangan, Saat itu sempat saya berupaya mendorong beliau agar terjun kelaut, tapi dikarenakan badanya yang besar itu saya pun tidak kuat dan akhirnya dari posisi sebelah kanan kapal sampai kapal terhempas.
Kamipun ikut tersedot kedalam kapal sehingga kami berenang mencari pintu keluar. Memang postor badan Bapak Dasri itu besar dan lagi pula sudah berumur, sehingga berkemungkinan bergerak itu sangat lambat," cerita pemuda asal Banten.
Lanjut,Budi Santoso (21) teman seperjuangan yang menerima nasib yg sama dalam bertahan hidup ini menceritakan pengalaman usai kapal tenggelam, dia bersama bahktiar pun terombang ambing tanpa arah melawan amukan laut. Untuk terus bisa bertahan menghirup udara dan bertemu dengan keluarga." ungkapnya.
"Memang Tuhan menolong kami saat itu, disaat life jacket kami sudah dimasukin air (life jacket bertahan selama 20 jam), entah dari mana sebatang kayu muncul tiba tiba, disitulah kami perpegangan pengganti pelampung,"ungkap pria asal jakarta ini takjubnya.
Tak hanya itu saat rasa lapar menggerogoti perut mereka dan tubuh mulai terasa lemes tiba-tiba ada sepotong wortel melintas dihadapan mereka.
"Yang anehnya saat kami mulai mengeluh kelaparan dan seketika itu melintas dihadapan kami sepotong sayur wortel (separuh) dan saya langsung mengambilnya.
Dengan sepotong wortel itulah kami bisa sedikit bertahan dan menghilangkan rasa lapar dengan memakanya sedikit demi sedikit tiap sejam sekalil," beber budi pria 21 tahun ini.
Namun dengan pengalaman ini, meski mengalami sedikit trauma tidak membuat mereka patah semangat dan mengakhiri karir mereka dilautan, tapi mereka masih semangat untuk meneruskan perjuangan yang sempat tertunda.
"Memang saat ini saya masih trauma, mungkin istirahat dulu dan mengurus dokumen (ijazah) yang ikut hilang, dan berkumpul bersama keluarga dulu dan sudah mengetahui dengan keadaan kami Selepas itu baru turun lagi kelaut," tutup budi yang juga dianggukan oleh Bachtiar. (f)
Komentar Anda :