Demi Mendapat Keadilan, SM Bersurat ke Menkopolhukam Kompolnas Kabid Propam Mabes Polri dan Komisi III DPR RI
Jumat, 27-10-2023 - 21:06:30 WIB šŸ‘ 8527
Foto: Dr.Yudi Krismen, SH.MH
TERKAIT:
 
  • Demi Mendapat Keadilan, SM Bersurat ke Menkopolhukam Kompolnas Kabid Propam Mabes Polri dan Komisi III DPR RI
  •  

    SERGAPONLINE.COM PEKANBARU - Melalui Kuasa Hukumnya, SM kembali melaporkan Kasat Reskrim Polres Kuantan Singingi, AKP. LS secara bersurat ke Menkopolhukam, Kompolnas, Kabid Propam Mabes Polri dan Komisi III DPR RI, pada Senin (23/10/2023).

    SM melaporkan keberatan atas prosedur penanganan perkara Laporan Polisi Nomor :LP/B/62/IV/2023/SPKT/POLRES KUANTAN SINGINGI/POLDA RIAU tertanggal 07 April 2023, dugaan Tindak Pidana Kejahatan Perlindungan Anak dalam rumusan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 dan atau Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2022 pasal 82 ayat 1.
    Untuk diketahui, kata SM, melalui Kuasa Hukumnya Dr.Yudi Krismen, SH.MH, bahwa dalam tindak lanjut Hasil Gelar Perkara sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Nomor 1 Tahun 2022 Tentang Standar Operasional Prosedur Pengawasan Penyidikan Tindak Pidana berbunyi: “Pelaksanaan pengendalian dan monitoring atas pelaksanaan rekomendasi gelar perkara khusus dalam rangkaian pelayanan pengawasan penyidikan pasca gelar perkara dilaksanakan oleh pada tingkat Polda oleh Kabagwassidik Ditrskrimum/sus/narkoba Polda,"Jelas Dr. YK, nama sapaan akrab Doktor Yudi Krismen, Jumat 27 Oktober 2023 di Pekanbaru-Riau.
    Masih menurut Dr. Yudi Krismen,"Harapan kami Kasat Reskrim Polres Kuantan Singingi sesuai procedural dan transparan sebagaimana dijelaskan pada pasal 3 huruf d dan huruf e Peraturan Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2014 tentang standar Operasional Prosedur Pengawasan Penyidikan Tindak Pidana. Dimana disana disebutkan pada Pasal 3 huruf d:
    “Prosedural, yaitu setiap kegiatan Pengawas Penyidikan dilaksanakan sesuai mekanisme dan tata cara yang diatur dalam ketentuan peraturan yang berlaku.”"Jelas Dr. YK. Namun, Kasatreskrim tersebut dinilainya tidak sesuai procedural dan transparan.
    "Sedangkan Pasal 3 huruf e:“Transparan, yaitu setiap kegiatan Pengawas Penyidikan dilaksanakan secara terbuka yang dapat diketahui perkembangan penangananya oleh masyarakat yang berperkara atau mengajukan Komplain;”Lanjut Pengacara Kondang di Riau itu.
    Dalam Pasal 3 huruf d dan huruf e Perkap nomor 14 Tahun 2012 Tentang Manejemen Penyidikan Tindak Pidana, menegaskan kembali mengenai prosedural dan transparan, sebagaimana dijelaskan sebagai pada Pasal 3 huruf d. Prosedural, yaitu proses penyelidikan dan penyidikan dilaksanakan sesuai mekanisme dan tata cara yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.
    Setelah itu pada pasal 3 huruf e. Transparan, yaitu proses penyelidikan dan penyidikan dilakukan secara terbuka yang dapat diketahui perkembangan penanganannya oleh masyarakat.
    "Tindakan sewenang-wenang sebagaimana telah kami uraikan tadi diatas(red). Bahwa Penyidik yang kami maksud diduga telah melanggar kode etik kepolisian sebagaimana diatur didalam Pasal 14 dan Pasal 15 Perkap No 14 Tahun 2011 Tentang Kode Etik Profesi Kepolisian,"Ucap Dr Yudi Krismen mantan anggota Polri itu yang juga pernah menjadi Penyidik di Polda Riau saat berdinas dulu.
    Pasal 14 dan Pasal 15 Perkap No 14 Tahun 2011 Tentang Kode Etik Profesi Kepolisian, menyebutkan, untuk pasal 14 berbunyi.“Setiap Anggota Polri dalam melaksanakan tugas penegakan hukum sebagai penyelidik, penyidik pembantu, dan penyidik dilarang (a.) Mengabaikan kepentingan pelapor, terlapor, atau pihak lain yang terkait dalam perkara yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan., (b). Menempatkan tersangka di tempat bukan rumah tahanan negara/Polri dan tidak memberitahukan kepada keluarga atau kuasa hukum tersangka.,(c. ) Merekayasa dan memanipulasi perkara yang menjadi tanggung jawabnya dalam rangka penegakan hukum. (d). Merekayasa isi keterangan dalam berita acara pemeriksaan., (e). Melakukan pemeriksaaan terhadap seseorang dengan cara memaksa untuk mendapatkan pengakuan (f). Melakukan penyidikan yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan karena adanya campur tangan pihak lain (G) Menghambat kepentingan pelapor, terlapor, dan pihak terkait lainnya yang sedang berperkara untuk memperoleh haknya dan/atau melaksanakan kewajibannya (H). Merekayasa status barang bukti sebagai barang temuan atau barang tak bertuan., (i).Menghambat dan menunda-nunda waktu penyerahan barang bukti yang disita kepada pihak yang berhak sebagai akibat dihentikannya penyidikan tindak pidana (J). Melakukan penghentian atau membuka kembali penyidikan tindak pidana yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan (K). Melakukan hubungan atau pertemuan secara langsung atau tidak langsung di luar kepentingan dinas dengan pihak-pihak terkait dengan perkara yang sedang ditangani., (l). Melakukan pemeriksaan di luar kantor penyidik kecuali ditentukan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan., dan terakhir pada huruf (m) dijelaskan dilarang Menangani perkara yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.
    DR Yudi Krismen di Kantor Hukum nya saat ditemui Awak Media ini mengatakan,"Atas tindakan Kasat dan Penyidik Polres Kuantan Singingi yang menunjukan tindakan tidak professional, tidak akuntabel, tidak memberikan perlakuan yang sama kepada Klien Kami, serta melakukan tindakan yang tidak sejalan dan sesuai dengan aturan bahkan tidak mengindahkan istruksi dan arahan yang telah diberikan oleh Kabagwassidik Polda Riau,"Ucap Dosen Hukum pada sebuah Universitas ternama di Riau itu.
    Oleh karena itu, SM melalui Kuasa Hukumnya memohon kepada Kementrian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Repuiblik Indonesia untuk dapat melakukan pemeriksaan, atau mengambil tindakan yang relevan dengan itu agar aparatur atau petugas yang bertindak untuk dan atas nama Negara dapat menunjukan perbuatan yang berasaskan asas pemerintahan yang baik kepada masyarakat publik, sesuai dengan aturan yang berlaku. Sehingga tidak menciderai rasa keadilan dan dapat memberi perlakuan yang sama dihadapan hukum dan pemerintah. Sebagaimana diatur didalam konstitusi Republik Indonesia agar hukum itu tidak dibutakan untuk kepentingan seseorang diharapkan untuk tidak menimbulkan kontra presisi.
    Terakhir! untuk menanggapi hal tersebut, Awak Media ini mencoba menghubungi Kasatreskrim Polres Kuansing AKP LS melalui seluler pribadinya, atas dirinya telah dilaporkan oleh SM melalui Kuasa Hukumnya DR YK itu. Maka, AKP LS mengatakan,"Untuk perkara kita tangani secara prosedural, profesional dan akuntabel, terkait apa yang dilakukan oleh PH terlapor silahkan saja, kami fokus terhadap penanganan kasus saja."

    Sumber : PH DPP AMI




     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Kanwil Ditjenpas Riau Perkuat Sinergi dengan Lembaga Adat Melayu
  • Perkuat Sinergi, Kalapas Kelas IIA Pekanbaru Jalin Koordinasi dengan BNN dan Pengadilan Negeri
  • Program JALUR Polres Dumai Hadir di Pesisir Tanjung Palas, Salurkan Sembako dan Gelar Pengobatan Gratis
  • Kabid Humas Polda Sumbar Sambangi Redaksi Langgam.id, Perkuat Kolaborasi dengan Media Siber
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Kanwil Ditjenpas Riau Perkuat Sinergi dengan Lembaga Adat Melayu
    03 Perkuat Sinergi, Kalapas Kelas IIA Pekanbaru Jalin Koordinasi dengan BNN dan Pengadilan Negeri
    04 Program JALUR Polres Dumai Hadir di Pesisir Tanjung Palas, Salurkan Sembako dan Gelar Pengobatan Gratis
    05 Kabid Humas Polda Sumbar Sambangi Redaksi Langgam.id, Perkuat Kolaborasi dengan Media Siber
    06 Pastikan Pembangunan Tak Ganggu Arus Lalu Lintas, Ditlantas Polda Riau Bahas Andalalin Restaurant Thai Street Pekanbaru
    07 Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Pemaparan Hasil Akhir Evaluasi dan Perbaikan Tata Kelola Pelayanan Publik
    08 Konflik KSO dengan Masyarakat Desa Kotagaro
    09 Rangkaikan Kebersamaan & Pengabdian, Polres Kampar Gelar Syukuran Hari Jadi Polwan ke-78
    10 HUT ke-78 Polwan, Kapolres Payakumbuh : " Teruslah Menjadi Sosok Humanis dan Profesional "
    11 Cegah Sebelum Terbakar: Tim Pamen Mabes TNI Gelar Sosialisasi Karhutla di XIII Koto Kampar, Perkuat Deteksi Dini & Sinergi Warga
    12 Tim URC Satreskrim Polres Pasaman Barat Mengamankan Seorang Pemuda Yang Mengamuk Menggunakan Sebilah Pisau
    13 Lapas Pasir Pangarayan Perkuat Komunikasi dengan Warga Binaan Melalui Kegiatan Sambung Rasa
    14 Polantas Karib Edukasi Mahasiswa Baru STT Pekanbaru, Dorong Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas & Cinta Lingkungan
    15 Apresiasi Tiga Pegawai Rutan Kelas I Pekanbaru Mendapatkan Penghargaan
    16 Polres Siak Gelar Rakor Percepatan Penegakan Hukum Karhutla dilakukan Secara Profesional, Transparan, dan Sesuai Ketentuan Perundang-undangan
    17 Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini, Polresta Pekanbaru Gelar Edukasi Green Policing di SD Negeri 68
    18 Bintan–Klaten Jalin Kerja Sama, Perluas Pasar Produk UMKM
    19 Bupati Bintan Pimpin Rapat Koordinasi Pencegahan Dan Kesiapsiagaan Karhutla Serta Kekeringan
    20 Polsek Bukit Kapur Ungkap Kasus Pencurian Dua Ban Mobil, Dua Tersangka Diamankan
    21 APJI Riau: Dana Bukan Penghalang, Semangat Pemuda Rumbai Patut Diapresiasi
    22 Polres Kampar Tangkap 4 Pelaku Pembakaran Karhutla dan Sebabkan 17 Hektar Lahan Terbakar di Kecamatan Tambang
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com