Siswa-siswi Yang Menunggak Pembayaran SPP Di Sekolah Swasta Dikabarkan Tidak Boleh Mengikuti Ujian Semester Ada Apa Ya?
Sabtu, 25-11-2023 - 09:36:44 WIB š 34722
 |
| Foto: Kepala Sekolah SMK Hasanah Sondang Elisabet Hutabarat, S,pd,. MM
|
SERGAPONLINE.COM PEKANBARU - Sekolah Swasta Diduga melarang anak didiknya yang menunggak pembayaran SPP Tidak boleh mengikuti ujian. Saat awak media sergaponline.com mempertanyakan kepada kepala sekolah SMK Hasanah. Sondang Elisabet H, S,Pd,.MM membantah ada isu tersebut, untuk melarang siswa-siswi nya untuk mengikuti ujian tersebut, saat di konfirmasi pada hari Kamis (23/11/2023). Di Sekolah Jalan Cempedak pekanbaru.
Kepsek Smk Hasanah, Sondang Elisabet, saat awak media menemuinya diruang kepala sekolah tersebut, justru membantah, Apa yang di isukan tersebut adalah tidak benar, karna kita kan belum ujian gimana Kita mau meminta uang spp tersebut? Ujarnya.
Kepsek Smk Hasanah. Sondang Elisabet, mengatakan justru kami sangat prihatin terhadap kelangsungan anak-anak wajib belajar sesuai aturan pemerintah,
Anak-anak wajib sekolah. Dan yang seharusnya pemerintah lah yang bisa memperhatikan sekolah swasta. Apa lagi masalah PPDB. Inilah yang menjadi problem bagi kami di sekolah swasta tersebut, maka harapan kami sekolah swasta inilah yang bisa menjadi perhatian Gubernur Riau atau dinas Pendidikan Provinsi riau.
Jadi terkait yang di isukan masalah tagihan SPP kepala sekolah Smk Hasanah. Tidak bisa memberikan jawaban tentang apa yang di kuatirkan oleh siswa-siswi tersebut. Karna ujian nya belum terlaksana. Jadi apa yang harus saya jawab, atas pertanyaan tersebut.
Justru Kepsek Smk Hasanah, sangat prihatin terhadap anak siswanya yang tidak mampu. Siswa-siswi yang kurang mampu kami gratis kan. Tetapi sesuai keluarga anak tersebut. keluarga kurang mampu, ini betul-betul keluarga yang kurang mampu. Ada satu orang siswi yang kurang mampu kami gratis kan dari awal sampai akhir di sekolah ini, sudah ada ia mengajukan permohonan dengan surat tertulis kami Terima,
Kemudian. Terkecuali hari ini ada Ujian jadi bapak temui atau ada yang lapor, maka bisa jadi temuan nanti kalau ada silahkan
Lapor. Kemudian dasar bapak bertanya itu tidak ada. Saat mempertanyakan terkait masalah tidak membayar spp tersebut. Apa bisa ikut ujian atau tidak. Justru kepsek nya mengatakan, kalau tak ikut ujian tak naik kelas Dua atau tak naik kelas tiga dia sekarang, saat awak media mempertanyakan tentang pembayaran SPP. Dari jaman nya kepala sekolah yang lama sampai saya kepala sekolah 2011, sampai sekarang 2023. Tidak pernah bertambah-tambah SPP. Hanya Rp 380.000.Per bulan.
Apa lagi kemarin kita terkena bencana Pandemi. Kita tidak ada pembayaran pembayaran. Karna kami tidak di gaji. Gaji kami hanya dari siswa-siswi, Kita hanya memungut uang sekolah, nah sekarang lah jadi bencana. Murid sedikit. Dibandingkan dengan sekolah negeri. Muridnya padat coba bayangkan satu lokal saja sampai 45 murid nya, kami sekolah swasta justru kami lah. Sangat prihatin. Kekurangan murid. Di sekolah-sekolah swasta. Ujarnya
Editor: Jasril Chaniago
Komentar Anda :