Dinkes Riau Adakan Raker Kesda 2024 Dalam Rangka Keualitas Pelayanan Kesehatan Prov Riau Menuju Indonesia Emas 2045 Dibuka Langsung Pj Gubri
SERGAPONLINE.COM PEKANBARU - Dinas Kesehatan provinsi Riau mengadakan raker kesda dalam rangka kualitas pelayanan kesehatan provinsi Riau menuju Indonesia emas tahun 2045,
Dan dihadiri dua belas kabupaten kota provinsi Riau kepala dinas Kesehatan. Dibuka langsung oleh Pj Gubernur Riau Ir H. SF Haryanto, MT pada jum'at malam. Tgl. (26/7/2024). Pukul. 7.30Wib di Hotel Primer Park.
Pj Gubernur. Ir SF Haryanto, MT Langsung membuka raker kesda dinas kesehatan provinsi riau. Saat beberapa awak media mempertanyakan tentang raker kesda tersebut, ingin meningkatkan ilmu-ilmu Lah. Saya mengucapkan terimakasih dengan kadiskes provinsi Riau drg Sri Sadono Mulyanto, M,Han yang telah sukses mengadakan raker kesda ini, ini Untuk saling bertukar pikiran dengan adanya raker kesda hadir dua belas kabupaten kota telah terlaksana oleh pak kadis dinkes provinsi riau ini. Dengan hubungan yang bagus dan saling mensupport, kemudian apa kelemahan-kelemahan kita bisa kita tutupi kenapa supaya pasien-pasien itu jangan dibuang ke rumah sakit provinsi nanti kepenuhan jadi nanti kita perkuat di dua belas kabupaten kota,
Jadi itu tujuan utama nya supaya kita kuat dua belas kabupaten kota bisa diakomodir. jadi yang mana kurang kalau semua ke provinsi nanti pasien nya kepenuhan, kemudian himbauan kepada pertama saya ingatkan jaga kekompakan antara provinsi dan kabupaten kota. Tidak ada saling apaya saling mengisi.
"Dan tidak ada yang sempurna, harapan kita kedepan untuk kepentingan masyarakat, biar masyarakat yang menikmati jadi kalau ada yang kurang mari bersama kita suport, kemudian tentang pelayanan terhadap pasien. Sementara kita terusterang saja jumlah yang sakit cukup banyak kadang-kadang
Ruang IC. Tidak mencukupi kadang-kadang menunggu antri sebanyak-banyaknya, Kadang-kadang dibuang ke RS Arifin Ahmad, jadi gimana harus bersabarlah jadi RS ini siap untuk mengobati orang yang sakit, jadi yang sakit bisa menjadi sehat ujarnya
Kadiskes provinsi riau. drg Sadono Mulyanto M,Han. Mengatakan Raker kesda Ini untuk kita bersinergi kan provinsi dengan Kabupaten kota. Jadi yang di hadiri semua kepala dinas kesehatan se provinsi Riau dan juga Direktur RS. Jadi Semua pelayanan kabupaten kota, kita kordinasikan, kemudian hadir juga narasumber dari kementrian. Kementerian kesehatan. Ada yang dari ahli penyakit menular. dan pengembangan intergrasi pelayanan primer juga ada. Terkait tentang besok rumah sakit dari pelayanan Bpjs juga jadi pamateri dan narasumber nya dari kementerian juga dari organisasi profesi.
"Dan juga harapan nya kita makin bersinergi. Kolaborasi makin terbangun seperti yang kemarin Contoh terhadap stunting. Program propesi bagaimana kota dan kabupaten kota mengikuti. Apa kendala kabupaten kota provinsi juga tau, tujuan raker kesda ini. Bersinergi kan berkolaborasi semua potensi kesehatan daerah semua pemerintah Daerah. Hadir semua yang hadir dari ikatan dokter. Dari ikatan Laboratorium dan juga dari sarjana farmasi. Kemudian ada perwakilan nya semua masing-masing. Ya hadir jadi kita manfaatkan pertemuan ini kordinasi kita jalankan dan harapannya kegiatan kedepan makin sinergi semakin bagus, dan sebagai catatan ujar pak gubernur. Selama ini di provinsi, dan harapan beliau pindah-pindahlah di daerah-daerah, supaya ada kebagian supaya kabupaten kota bisa siap. Kalau ada rakesrda supaya mereka bisa menyiapkan untuk pembinaan, jangan provinsi saja yang mengadakan jadi kabupaten kota juga bisa jadi tuan rumah, semakin adanya rakerda didaerah-daerah pelayanan nya semakin bagus. Pesan untuk kesehatan masyarakat nomor satu itu adalah (PHBS) perilaku hidup bersih dan sehat, sampai kapan pun masih itu karna. Sekarang ini kita sibuk dengan PIN Polio. Dari 23 sampai dengan 29 juli, 2024 dan putaran kedua dari 6 Agustus 12 Agustus 2024 polio itu tertulanya dari makanan lewat mulut, sehingga lagi lagi PHBS. Jadi penyakit yang dapat ditular makanan air tercemar lewat mulut sehingga lagi-lagi PHBS. Jadi penyakit yang mudah tertular. Pencegahan gimana yaitu diakan Imunisasi, dari 0 anak sampai umur 7 tahun jadi kembali ke PHBS.
Editor: Jasril chaniago
Komentar Anda :