Bupati Rohil Launching dan Canangkan Kampung Patin Parit Aman Kecamatan Bangko
Jumat, 06-09-2024 - 15:46:30 WIB 👁 12499
 |
| Foto: Bupati Rohil Afrizal Sintong SIP, MSi saat launching dan canangkan kampung Patin di Kepenghuluan Parit Aman kec. Bangko Rokan Hilir
|
SERGAPONLINE.COM ROHIL - Bupati Rokan Hilir Afrizal Sintong melaunching dan canangkan Kampung Patin Parit Aman Rokan Hilir serta serah terima bantuan program tanggung jawab sosial dan lingkungan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Wilayah Kerja Rokan, Kamis (5/9/2024).
Di Jalan Pusara, Kepenghuluan Parit Aman, Kecamatan Bangko, Rohil, Provinsi Riau. Bupati Rohil Afrizal Sintong dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada para undangan di Kota Bagansiapiapi, terutama Manager CSR PHR dan rombongan dari PT Pertamina Hulu Rokan Wilayah Kerja Rokan serta rombongan dari Fakultas Perikanan dan kelautan UNRI serta para undangan lainnya.
Ibu Kota Rokan Hilir, Bagansiapiapi memiliki sejarah, di mana dahulu pada masanya kata Afrizal Sintong, Bagansiapiapi merupakan kota penghasil ikan terbesar kedua di dunia setelah Norwegia, namun seiring berjalannya waktu dari tahun ke tahun sumber daya alam itu akan habis juga jika tidak dilestarikan. Begitu juga halnya dengan ikan di Bagansiapiapi sekitarnya telah habis, bahkan para nelayan mencari ikan untuk kehidupan sehari-hari saja sudah susah. "Dalam sejarah, pada masa lampau kota Bagansiapiapi merupakan daerah penghasil ikan terbesar kedua dunia setelah Norwegia, namun sekarang sudah susah mau mencari ikan karena berbagai faktor sehingga kehidupan para nelayan pun juga ikut susah. Kalau dulunya para nelayan pergi ke laut satu hari bisa mendapatkan hasil untuk hidup 1 bulan tapi sekarang pergi ke laut untuk makan dia sendiri saja tidak cukup karena tidak dapat ikan," jelasnya.
Untuk itu terang Bupati, jika saat ini Kabupaten Rokan Hilir menjadi kabupaten kedua setelah Kabupaten Kampar yang melaunching program Kampung Patin Parit Aman ini, diharapkan kedepannya para petani dan nelayan budidaya ikan patin ini dapat berkembang. Tentunya para camat khususnya Camat Bangko dan para datuk penghulu serta lurah se-Kecamatan Bangko dan juga Kecamatan Bangko Pusako dapat melakukan pengawasan dan bimbingan terhadap para kelompok nelayan yang ada.
Terkait SDA Rohil yang melimpah, dikatakan Bupati, di mana dahulu daerah Rohil ini memiliki SDA berupa migas yang dikelola oleh Perusahaan Caltex lalu berganti Chevron dan sekarang PT Pertamina Hulu Rokan. Di mana dahulu SDA migas Rohil bisa menghasilkan 1 juta barel perhari, namun sekarang hanya bisa menghasilkan 60 ribu barel perhari. Artinya, terang Bupati lagi, SDA itu lambat laun akan habis. Untuk itu selagi SDA itu masih ada maka kita harus bisa melestarikan atau menciptakan atau membudidayakan sumber daya lainnya yang bisa diperbaharui. "Dulu sumber daya alam Rohil dari migas cukup melimpah, bisa menghasilkan 1 juta barel perhari, namun sekarang hanya bisa menghasilkan sekitar 60 ribu barel saja perhari. Artinya SDA itu lambat laun akan habis. Begitu juga dengan SDA Rohil dari hasil laut yang dulu melimpah tapi sekarang sulit untuk mencari ikan," ungkapnya.
Untuk itu, terang Bupati, Rokan Hilir butuh sumber daya manusia yang handal untuk mengelola sumber daya alam yang dapat di perbarui. Dengan SDM yang handal dapat memberikan bimbingan dan pembinaan kepada masyarakat untuk menjadi tenaga yang terampil dan profesional. "Kita butuh Sumber Daya Manusia yang handal untuk melakukan pembinaan kepada para nelayan kita dalam budi daya ikan patin sampai mereka menjadi tenaga yang terampil dan profesional. Saya berharap dari Fakultas Perikanan UNRI ini, ada Profesor serta para ahli dibidang perikanan dapat memberdayakan masyarakat Rohil dalam bidang pengembangan budi daya ikan," harap Bupati.
Diterangkan Afrizal, mumpung saat ini Rohil masih memiliki SDA migas yang dikelola oleh PT PHR sehingga bantuan dana CSR dari PHR dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk membina para kelompok nelayan ini dalam budidaya ikan patin di mana pembinaannya melalui Fakultas Perikanan UNRI. "Saya berharap jika ikan di laut sudah sulit didapat maka kita harus melakukan budi daya ikan di darat. Namun berdasarkan pengalaman, jika kelompok nelayan ini beternak ikan dengan pakan yang dibeli maka.
Editor: Taufik
Komentar Anda :