SERGAPONLINE.COM PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melakukan pertemuan dengan Universitas Riau (Unri), Selasa (7/1/2025) di Kampus Unri Panam Pekanbaru.
Pertemuan tersebut diwakili Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) drg Sri Sadono Mulyanto MHan, sementara dari pihak Unri diwakili Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Dr Agus Sutikno membahas pembangunan Rumah Sakit Vertikal oleh Kementerian Kesehatan yang berada di sekitar kampus Unri.
Kadiskes Riau Sri Sadono Mulyanto mengatakan, pada prinsipnya baik Pemprov Riau dan Unri saling mendukung program masing-masing, baik program dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan juga dukungan untuk kemajuan perguruan tinggi kebanggaan masyarakat Riau tersebut.
"Pihak Unri juga sangat mendukung pembangunan Rumah Sakit Pusat (RSP) Otak dan Jantung dari Kementerian Kesehatan RI yang berlokasi berbatasan dengan lahan Unri. Pembangunan rumah sakit ini memberikan manfaat bagi masyarakat Riau khususnya, dan wilayah regional Sumatera pada umumnya," kata Sri Sadono.
Tidak hanya untuk pelayanan kesehatan, lanjut Sri Sadono, pembangunan rumah sakit ini nantinya juga dapat menjadi sarana pendidikan bagi perguruan tinggi dan sekolah kesehatan yang ada di Provinsi Riau.
"Pembangunan rumah sakit vertikal ini sekarang sedang proses landclearing. Silaturahmi ini juga memantapkan bahwa lahan pembangunan 10 hektare (Ha) yang berbatasan dengan Unri sudah clear dan siap untuk pembangunan," sebut pria yang akrab disapa Dokter Ibeng ini.
Ibeng menjelaskan, untuk anggaran pembangunan fisik dan peralatan kesehatan rumah sakit tersebut bersumber dari dana APBN. Sedangkan tanah lokasi pembangunan merupakan hibah Pemprov Riau seluas 10 Ha.
Lokasi pembangunan RSP tersebut berada di Jalan Naga Sakti, Pekanbaru. Pembangunan gedung 8 lantai dengan 350 tempat tidur untuk tahap pertama. Kontrak pembangunan fisiknya sudah dilakukan pada tanggal 6 Desember 2024 lalu.
Terkait rencana pembangunan, tim dari kementerian kesehatan dari Jakarta juga sudah turun langsung ke Pekanbaru untuk melihat lokasi yang akan dijadikan tempat pembangunan rumah sakit pusat otak dan jantung tersebut. Dari hasil pengecekan di lapangan tim memastikan lahan tersebut dalam kondisi aman dan kepemilikan lahannya tidak ada tumpang tindih.
"Tim dari Kemenkes juga sudah melakukan uji tanah dan kegiatan teknis lainnya di lokasi lahan yang akan dibangun rumah sakit tersebut," kata Ibeng.
Menurutnya, banyak manfaat yang didapatkan jika RSP Otak dan Jantung tersebut dibangun di Riau. Diantaranya yakni masyarakat tidak perlu jauh-jauh merujuk ke rumah sakit vertikal jika ada kasus-kasus berat terkait otak dan jantung. Kemudian juga mengurangi masyarakat berobat ke negara tetangga.
"Keberadaan rumah sakit itu bisa memenuhi kebutuhan layanan intensif yang sangat dibutuhkan masyarakat Riau. Juga bisa menjadi lapangan pekerjaan bagi tamatan sekolah kesehatan dan non kesehatan di Riau ,serta tenaga pendukung lainnya. Kemudian akan ada multiplier efek ekonomi seperti health tourism, hunian hotel pengunjung, kos pekerja, kuliner, rumah makan, usaha laundry, driver online dan pelaku usaha ekonomi lainnya," paparnya
Editor: Jasril
Komentar Anda :