Karhutla Di Riau Menurun, Kolaborasi Semua Pihak Jadi Kekuatan Utama Penanganan Karhutla
Minggu, 27-07-2025 - 15:41:24 WIB šŸ‘ 6117
Foto: Kapolda Riau Didampingi Gubri Saat Menyampaikan Tentang Karhutla Dok: Humas Polres Siak
TERKAIT:
 
  • Karhutla Di Riau Menurun, Kolaborasi Semua Pihak Jadi Kekuatan Utama Penanganan Karhutla
  •  

    SERGAPONLINE.COM PEKANBARU - Situasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau mulai menunjukkan titik terang. Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Command Center Polda Riau, Sabtu (26/7/2025).

    Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan,SIK.,MH.,M.Hum memimpin jalannya laporan perkembangan terkini bersama Gubernur Riau Abdul Wahid, Dirjen KLH Diah Mutiara, dan perwakilan dari BNPB, BMKG, serta jajaran TNI dan relawan lapangan.

    Gubernur Riau Abdul Wahid menyampaikan bahwa hingga 25 Juli 2025, total luas lahan terbakar yang berhasil dipadamkan telah mencapai 1.156 hektare.

    “Kami telah mengerahkan seluruh kekuatan, dari OPD, BPBD, TNI-Polri, hingga relawan masyarakat peduli api. Kami juga dibantu Kementerian LHK, BNPB, dan BMKG yang terus melakukan operasi modifikasi cuaca,” ujar Gubernur.

    Sebanyak 21.000 kilogram garam telah ditabur untuk hujan buatan dan lebih dari 900.000 liter air disiramkan melalui heli water bombing. Pantauan udara menunjukkan bahwa sebagian besar titik api telah padam, terutama di wilayah Rokan Hulu dan Rokan Hilir.

    " Saat ini, operasi pendinginan masih berlangsung dengan kekuatan gabungan terdiri dari 2 pesawat, 2 heli patroli, dan 5 heli water bombing", tambahnya.

    Pemerintah Provinsi Riau bersama TNI-Polri, kementerian terkait, dan masyarakat sipil kini berada di fase penting: menjaga momentum kolaborasi, memperkuat pencegahan, dan mengawal pemulihan pasca kebakaran.

    “Kerja belum selesai. Tapi semangat kita tidak padam. Justru api solidaritas ini akan menjadi pondasi kuat untuk mewujudkan Riau bebas asap,” tutup Gubernur Abdul Wahid.

    Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, SIK.,MH.,M.Hum menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kekuatan utama dalam penanganan Karhutla tahun ini.

    “Api kebersamaan justru semakin menyala. Ini yang memotivasi kita semua, baik aparat di lapangan maupun relawan. Kami bangga atas solidaritas ini,” tegasnya.

    Ia juga mengingatkan keras terhadap para pelaku pembakaran lahan. Dari Januari hingga Juli 2025, Polda Riau telah menangani 40 kejadian Karhutla, menetapkan 50 tersangka, dan mengamankan 36 orang di bulan Juli saja.

    “Modusnya sudah kami pelajari, biasanya lahan dibakar lalu dua tahun kemudian ditanami sawit. Kami tidak akan mentolerir. Penegakan hukum akan terus kami lakukan,” tegasnya.

    Kapolda juga memperkenalkan langkah baru berupa pemasangan plang larangan pemanfaatan lahan bekas terbakar, sebagai bagian dari penegakan hukum dan pencegahan lanjutan.

    “Siapa pun yang merusak plang, ancamannya pidana. Kami serius menjaga agar lahan yang sudah terbakar tidak dimanfaatkan kembali secara ilegal,” tandasnya.

    Dirjen Pengelolaan Das dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan, Dyah Mutiaraninggsih, M.Hum.,menyampaikan apresiasi tinggi atas respon cepat Pemprov Riau dan Polda Riau.

    “Kerja sama ini luar biasa. Bahkan kini, kabut asap di sejumlah wilayah sudah tidak terpantau lagi,” katanya.

    KLH juga mengerahkan Tim Manggala Agni sebanyak 118 personel ke berbagai titik di Riau. Fokus utama mereka adalah memastikan pemadaman total, terutama di 8 lokasi prioritas seperti Desa Kesuma (Pelalawan), Desa Bangko Bakti (Rohil), dan Desa Rimbo Panjang (Kampar).

    Selain fokus pemadaman, KLH juga menekankan pentingnya perbaikan tata kelola perizinan dan pengawasan terhadap pemanfaatan hutan.

    “Kami sedang meninjau ulang sistem perizinan PPH, termasuk pengawasan di kawasan-kawasan rawan terbakar. Ke depan, kita ingin Karhutla menjadi minimal, bukan siklus tahunan lagi,” tutur Diah.

    Sementara itu, BMKG menyebut telah melakukan 25 sortie operasi modifikasi cuaca, dan berhasil menurunkan hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi di sejumlah daerah, termasuk Dumai dan Pekanbaru.

    “Saat ini, asap tidak lagi terdeteksi secara signifikan di Riau. Tapi proses pendinginan masih terus dilakukan, terutama karena masih ada bara api di bawah permukaan,” ungkap BMKG.


    *Karhutla Di Riau Menurun, Kolaborasi Semua Pihak Jadi Kekuatan Utama Penanganan Karhutla*


    Situasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau mulai menunjukkan titik terang. Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Command Center Polda Riau, Sabtu (26/7/2025).

    Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan,SIK.,MH.,M.Hum memimpin jalannya laporan perkembangan terkini bersama Gubernur Riau Abdul Wahid, Dirjen KLH Diah Mutiara, dan perwakilan dari BNPB, BMKG, serta jajaran TNI dan relawan lapangan.

    Gubernur Riau Abdul Wahid menyampaikan bahwa hingga 25 Juli 2025, total luas lahan terbakar yang berhasil dipadamkan telah mencapai 1.156 hektare.

    “Kami telah mengerahkan seluruh kekuatan, dari OPD, BPBD, TNI-Polri, hingga relawan masyarakat peduli api. Kami juga dibantu Kementerian LHK, BNPB, dan BMKG yang terus melakukan operasi modifikasi cuaca,” ujar Gubernur.

    Sebanyak 21.000 kilogram garam telah ditabur untuk hujan buatan dan lebih dari 900.000 liter air disiramkan melalui heli water bombing. Pantauan udara menunjukkan bahwa sebagian besar titik api telah padam, terutama di wilayah Rokan Hulu dan Rokan Hilir.

    " Saat ini, operasi pendinginan masih berlangsung dengan kekuatan gabungan terdiri dari 2 pesawat, 2 heli patroli, dan 5 heli water bombing", tambahnya.

    Pemerintah Provinsi Riau bersama TNI-Polri, kementerian terkait, dan masyarakat sipil kini berada di fase penting: menjaga momentum kolaborasi, memperkuat pencegahan, dan mengawal pemulihan pasca kebakaran.

    “Kerja belum selesai. Tapi semangat kita tidak padam. Justru api solidaritas ini akan menjadi pondasi kuat untuk mewujudkan Riau bebas asap,” tutup Gubernur Abdul Wahid.

    Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, SIK.,MH.,M.Hum menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kekuatan utama dalam penanganan Karhutla tahun ini.

    “Api kebersamaan justru semakin menyala. Ini yang memotivasi kita semua, baik aparat di lapangan maupun relawan. Kami bangga atas solidaritas ini,” tegasnya.

    Ia juga mengingatkan keras terhadap para pelaku pembakaran lahan. Dari Januari hingga Juli 2025, Polda Riau telah menangani 40 kejadian Karhutla, menetapkan 50 tersangka, dan mengamankan 36 orang di bulan Juli saja.

    “Modusnya sudah kami pelajari, biasanya lahan dibakar lalu dua tahun kemudian ditanami sawit. Kami tidak akan mentolerir. Penegakan hukum akan terus kami lakukan,” tegasnya.

    Kapolda juga memperkenalkan langkah baru berupa pemasangan plang larangan pemanfaatan lahan bekas terbakar, sebagai bagian dari penegakan hukum dan pencegahan lanjutan.

    “Siapa pun yang merusak plang, ancamannya pidana. Kami serius menjaga agar lahan yang sudah terbakar tidak dimanfaatkan kembali secara ilegal,” tandasnya.

    Dirjen Pengelolaan Das dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan, Dyah Mutiaraninggsih, M.Hum.,menyampaikan apresiasi tinggi atas respon cepat Pemprov Riau dan Polda Riau.

    “Kerja sama ini luar biasa. Bahkan kini, kabut asap di sejumlah wilayah sudah tidak terpantau lagi,” katanya.

    KLH juga mengerahkan Tim Manggala Agni sebanyak 118 personel ke berbagai titik di Riau. Fokus utama mereka adalah memastikan pemadaman total, terutama di 8 lokasi prioritas seperti Desa Kesuma (Pelalawan), Desa Bangko Bakti (Rohil), dan Desa Rimbo Panjang (Kampar).

    Selain fokus pemadaman, KLH juga menekankan pentingnya perbaikan tata kelola perizinan dan pengawasan terhadap pemanfaatan hutan.

    “Kami sedang meninjau ulang sistem perizinan PPH, termasuk pengawasan di kawasan-kawasan rawan terbakar. Ke depan, kita ingin Karhutla menjadi minimal, bukan siklus tahunan lagi,” tutur Diah.

    Sementara itu, BMKG menyebut telah melakukan 25 sortie operasi modifikasi cuaca, dan berhasil menurunkan hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi di sejumlah daerah, termasuk Dumai dan Pekanbaru.

    “Saat ini, asap tidak lagi terdeteksi secara signifikan di Riau. Tapi proses pendinginan masih terus dilakukan, terutama karena masih ada bara api di bawah permukaan,” ungkap BMKG.

     

     

    Editor: Jasrilchaniago




     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Kabid Humas Polda Sumbar Sambangi Redaksi Langgam.id, Perkuat Kolaborasi dengan Media Siber
  • Pastikan Pembangunan Tak Ganggu Arus Lalu Lintas, Ditlantas Polda Riau Bahas Andalalin Restaurant Thai Street Pekanbaru
  • Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Pemaparan Hasil Akhir Evaluasi dan Perbaikan Tata Kelola Pelayanan Publik
  • Konflik KSO dengan Masyarakat Desa Kotagaro
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Kabid Humas Polda Sumbar Sambangi Redaksi Langgam.id, Perkuat Kolaborasi dengan Media Siber
    03 Pastikan Pembangunan Tak Ganggu Arus Lalu Lintas, Ditlantas Polda Riau Bahas Andalalin Restaurant Thai Street Pekanbaru
    04 Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Pemaparan Hasil Akhir Evaluasi dan Perbaikan Tata Kelola Pelayanan Publik
    05 Konflik KSO dengan Masyarakat Desa Kotagaro
    06 Rangkaikan Kebersamaan & Pengabdian, Polres Kampar Gelar Syukuran Hari Jadi Polwan ke-78
    07 HUT ke-78 Polwan, Kapolres Payakumbuh : " Teruslah Menjadi Sosok Humanis dan Profesional "
    08 Cegah Sebelum Terbakar: Tim Pamen Mabes TNI Gelar Sosialisasi Karhutla di XIII Koto Kampar, Perkuat Deteksi Dini & Sinergi Warga
    09 Tim URC Satreskrim Polres Pasaman Barat Mengamankan Seorang Pemuda Yang Mengamuk Menggunakan Sebilah Pisau
    10 Lapas Pasir Pangarayan Perkuat Komunikasi dengan Warga Binaan Melalui Kegiatan Sambung Rasa
    11 Polantas Karib Edukasi Mahasiswa Baru STT Pekanbaru, Dorong Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas & Cinta Lingkungan
    12 Apresiasi Tiga Pegawai Rutan Kelas I Pekanbaru Mendapatkan Penghargaan
    13 Polres Siak Gelar Rakor Percepatan Penegakan Hukum Karhutla dilakukan Secara Profesional, Transparan, dan Sesuai Ketentuan Perundang-undangan
    14 Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini, Polresta Pekanbaru Gelar Edukasi Green Policing di SD Negeri 68
    15 Bintan–Klaten Jalin Kerja Sama, Perluas Pasar Produk UMKM
    16 Bupati Bintan Pimpin Rapat Koordinasi Pencegahan Dan Kesiapsiagaan Karhutla Serta Kekeringan
    17 Polsek Bukit Kapur Ungkap Kasus Pencurian Dua Ban Mobil, Dua Tersangka Diamankan
    18 APJI Riau: Dana Bukan Penghalang, Semangat Pemuda Rumbai Patut Diapresiasi
    19 Polres Kampar Tangkap 4 Pelaku Pembakaran Karhutla dan Sebabkan 17 Hektar Lahan Terbakar di Kecamatan Tambang
    20 Polresta Pekanbaru Dorong Swasembada Pangan, Personel Polsek Binawidya Aktif Rawat Tanaman Jagung
    21 Tindak Tegas PETI: Polsek Kampar Kiri Bongkar Lokasi Tambang Emas Tanpa Izin di Sungai Tanjung Permai
    22 Festival Pawai Budaya Bintan 2026: Sekda Ronny Ajak Warga Jaga Budaya Dan Kuatkan UMKM
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com