Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementrian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2016 lalu, menunjukkan bahwa 82% rumah " />
 
 
Prioritaskan Program Kesehatan Bentuk Optimisme Pemkab Bengkalis Sehatkan Masyarakatnya
Jumat, 17-05-2019 - 11:26:13 WIB 👁 35113

 Kadi Farmasi dan Pembekalan Kesehatan Edi Sudarto
TERKAIT:
 
  • Prioritaskan Program Kesehatan Bentuk Optimisme Pemkab Bengkalis Sehatkan Masyarakatnya
  •  


    SERGAPONLINE.COM, BENGKALIS – Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementrian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2016 lalu, menunjukkan bahwa 82% rumah tangga di Indonesia menyimpan obat dalam berbagai golongan di antaranya : 1.) obat bebas, yaitu obat-obatan yang diperjualbelikan di toko-toko atau apotik, 2.) obat bebas terbatas,yaitu obat-obatan yang dijual sesuai dengan resep dokter, 3.) obat keras, yaitu obat-obatan yang mempunyai dosis atau kadar yang tinggi, 4.) obat jamu, 5.)obat herbal berstandar, 6.) obat fitofarmaka, dan 7.) obat jenis narkotika.

    Berbagai macam golongan obat tersebut ternyata menimbulkan berbagai masalah penggunaannya yang sering terjadi pada masyarakat saat ini. Contohnya, penggunaan obat OTC (Over The Counter) atau obat bebas terbatas yang digunakan dengan dosis berlebihan. Obat bebas terbatas ini biasa digunakan untuk menangani penyakit-penyakit simtomatis ringan yang banyak diderita masyarakat luas dan penanganannya dapat dilakukan sendiri oleh penderita.

    Kebingungan pasien atau konsumen dalam memilih obat bebas terbatas tersebut sebenarnya merupakan hal yang tidak perlu, karena ada profesi apoteker yang bertugas memberikan masukan atau informasi kepada setiap konsumennya dalam memilih obat yang diperlukan. Namun apoteker pun memiliki kendala dalam penyampaian informasi kepada konsumen, yaitu kesulitan apoteker karena tidak bisa menjelaskan semua jenis obat yang akan digunakan oleh konsumen.

    Untuk menyikapi semua permasalahan di atas, maka pemerintah kabupaten Bengkalis melalui dinas kesehatan selaku perpanjangan tangan dari pemerintah daerah dalam hal kesehatan melakukan sosialisasi Gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat (GeMa CerMat) Gerakan ini bertujuan untuk : 1.) meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penggunaan obat yang benar, dan 2.) meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat secara rasional.

    “alhamdulillah Program ini telah disetujui dan ditandatangani oleh Bapak Bupati Bengkalis” ungkap Kepala Seksi Farmasi dan Perbekalan Kesehatan, Edi Sudarto saat ditemui di ruang kerjanya. Kamis (16/05/19).

    Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis melalui Kepala Seksi Farmasi dan Perbekalan Kesehatan, Edi Sudarto menjelaskan Gema CeRmat merupakan program yang sangat mendasar dalam memberi kesehatan masyarakat kita.

    “sebagus apapun pelayanan dalam kesehatan tapi jika tidak cerdas dan tau dalam penggunaan obat tetap hasilnya tidak maksimal,” jelas Edi Beliau juga menambahkan, “sosialisasi ini memang agak sedikit terlambat disosialisasikan di kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Bengkalis sendiri tidak ditunjuk oleh pemerintah pusat untuk
    mensosialisasikannya, tapi pemerintah kabupaten Bengkalis ikut andil dalam mensukseskan GeMa CerMat tersebut, sehingga kabupaten Bengkalis mendapat apresiasi dari pemerintah pusat”, tuturnya bangga.

    “Program GeMa CerMat ini sekarang sudah mendapat persetujuan dari Bapak Bupati Bengkalis Amril Mukminin dan sudah ditandatangani beliau insya Allah sehabis lebaran, program ini akan semakin gencar kita laksanakan,” ungkap Edi

    Untuk diketahui Salah satu dampak terjadinya penyalahgunaan obat disebabkan pengetahuan dan informasi yang kurang memadai. Penggunaan obat menjadi tidak rasional. Penggunaan obat resep tanpa pengetahuanm dan informasi yang tidak memadai akan menyebabkan tujuan pengobatan menjadi terhambat. Hal ini dapat memicu timbulnya masalah pada kesehatan bagi pengguna obat. Contohnya kurangnya pemahaman masyarakat pada penggunaan antibiotik. Biasanya pengguna obat antibiotik akan menghentikan pemakaian antibiotik apabila merasa gejala penyakitnya sudah berkurang atau hilang, padahal antibiotik yang digunakan masih dan belum habis digunakan.

    Beberapa masalah penggunaan obat yang umumnya tidak rasional tersebut sebagian besar didasari oleh : 1.) pemberian resep yang tidak sesuai, 2.) penggunaan antibiotik yang tidak tepat, 3.) polifarmasi, yaitu penggunaan secara bersamaan 5 macam atau lebih obat-obatan oleh pasien, 4.) penggunaan injeksi yang berlebihan, 5.) ketidakpatuhan
    pasien, 6.) swamedikasi yang tidak tepat, dan 7.) pembelian obat yang tidak sesuai aturan.

    Program Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat merupakan program dari pemerintah pusat melalui Direktorat Pelayanan Kefarmasian yang bekerja sama dengan dinas kesehatan provinsi dan kabupaten. Pada tahun 2016 GeMa CerMat sudah mulai melakukan sosialisasinya.

    GeMa CerMat yang pertama dilaksanakan di 20 Kabupaten/Kota dari 18 provinsi. Ini merupakan percontohan. Kemudian dilanjutkan pada tahun  2017 sosialisasi GeMa CerMat dilaksanakan di 81 Kabupaten.

    Edi Sudarto menjelaskan Gema CeRmat baru dilaksanakan pada bulan juli 2017 untuk Kabupaten Bengkalis. “program GeMa CerMat ini sudah mendapat persetujuan dari Bapak Bupati Bengkalis Amril Mukminin dan sudah ditandatangani beliau insay Allah
    sehabis lebaran, program ini akan semakin gencar kita laksanakan,” ungkap Edi Optimis

    Saat ini dinas kesehatan kabupaten Bengkalis telah menyusun berbagai program yang mendukung program GeMa CerMat. Program tersebut di antaranya : 1.) kampong DAGU SIBU (dapatkan obat dengan benar, gunakan obat dengan benar, simpan obat dengan benar, dan gunakan obat dengan benar), 2.) sapa farmasi, dan 3.) ketok pintu DAGU SIBU. Dengan adanya program ini, maka petugas farmasi akan datang langsung mengecek serta

    memantau penggunaan obat yang benar terhadap pasien atau penggunaan tertentu seperti ibu hamil, kekurangan gizi, TBC dan jenis penyakit yang dikhususkan lebih terpantau dengan maksimal. Selain itu juga dinas kesehatan akan mensosialiasikan tentang penyalahgunaan obat terutama pada generasi muda. Biasanya generasi muda menggunakan obat untuk hal yang negatif, untuk itu Dinas Kesehatan akan berupaya bersama pihak kepolisian akan bekerjasama untuk mensosialisasikan program ini khususnya di sekolah-sekolah, yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) mengenai penggunaan obat yang terlarang. Hal ini disebabkan karena banyaknya peredaran obat-obat ilegal yang mengandung narkotika dan dampak dari penggunaan obat tesebut. “Untuk mensukseskan program tersebut perlu diharapkan dukungan dari berbagai pihak”, tutup Edi.

    Selanjutnya dari Komisi IV DPRD kabupaten Bengkalis Sofyan, S.Pdi
    mengatakan “selaku mitra kerja dinas Kesehatan DPRD Kabupaten Bengkalis menyambut baik program GeMA CeRmat karena dengan disosialisasikannya program ini diharapkan masyarakat lebih pintar terhadap penggunaan obat, jadi masyarakat tidak lagi sembarangan mengkonsumsi obat apalagi tanpa resep dokter, dikhawatirkan malahan
    obat yang dikonsumsi itu bisa menjadi racun." “Kami dari DPRD Kabupaten Bengkalis  mendukung program-program dari Dinas Kesehatan tersebut meskipun untuk saat ini Kabupaten Bengkalis mengalami rasionalisasi anggaran tapi kita akan berupaya semaksimal mungkin untuk menganggarkan apalagi program-program yang bersentuhan
    langsung dengan masyarakat seperti langkah-langkah perfektif penyakit edemi, menular, ketersediaan obat, alkes dipuskesmas dan postu ini jangan sampai dipangkas anggarannya” jelas Sofyan.

    Sofyan juga menghimbau “kepada masyarakat untuk tidak sembarangan mengkonsumsi obat-obatan, apalagi saat ini telah banyak ditemui obat-obatan yang dijual bebas tanpa pengawasan BPOM, seperti apotik yang menjual obat sembarangan tanpa resep dokter, vaksin palsu dan lain sebagainya”. Tutup

    Sosialisasi Program Gema cemat Pertama kali dilakukan di Desa Wonosari Kabupaten Bengkalis Kepala desa Wonosari Siswanto selaku orang nomor satu di Desa itu mengatakan

    “Program GeMa CeRmat merupakan program yang sangat baik dan masyarakat wonosari sangat antusias saat mengikuti sosialisasi dari program ini, dengan adanya program ini masyarakat wonosari jadi mengerti bagaimana cara yang tepat dan benar dalam penggunakan obat, jadi tidak sembarangan lagi asal makan obat”, Jelasnya.pria yang akrab dipanggil landong ini.(adv/fa)



     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Kabid Humas Polda Sumbar Sambangi Redaksi Langgam.id, Perkuat Kolaborasi dengan Media Siber
  • Pastikan Pembangunan Tak Ganggu Arus Lalu Lintas, Ditlantas Polda Riau Bahas Andalalin Restaurant Thai Street Pekanbaru
  • Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Pemaparan Hasil Akhir Evaluasi dan Perbaikan Tata Kelola Pelayanan Publik
  • Konflik KSO dengan Masyarakat Desa Kotagaro
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Kabid Humas Polda Sumbar Sambangi Redaksi Langgam.id, Perkuat Kolaborasi dengan Media Siber
    03 Pastikan Pembangunan Tak Ganggu Arus Lalu Lintas, Ditlantas Polda Riau Bahas Andalalin Restaurant Thai Street Pekanbaru
    04 Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Pemaparan Hasil Akhir Evaluasi dan Perbaikan Tata Kelola Pelayanan Publik
    05 Konflik KSO dengan Masyarakat Desa Kotagaro
    06 Rangkaikan Kebersamaan & Pengabdian, Polres Kampar Gelar Syukuran Hari Jadi Polwan ke-78
    07 HUT ke-78 Polwan, Kapolres Payakumbuh : " Teruslah Menjadi Sosok Humanis dan Profesional "
    08 Cegah Sebelum Terbakar: Tim Pamen Mabes TNI Gelar Sosialisasi Karhutla di XIII Koto Kampar, Perkuat Deteksi Dini & Sinergi Warga
    09 Tim URC Satreskrim Polres Pasaman Barat Mengamankan Seorang Pemuda Yang Mengamuk Menggunakan Sebilah Pisau
    10 Lapas Pasir Pangarayan Perkuat Komunikasi dengan Warga Binaan Melalui Kegiatan Sambung Rasa
    11 Polantas Karib Edukasi Mahasiswa Baru STT Pekanbaru, Dorong Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas & Cinta Lingkungan
    12 Apresiasi Tiga Pegawai Rutan Kelas I Pekanbaru Mendapatkan Penghargaan
    13 Polres Siak Gelar Rakor Percepatan Penegakan Hukum Karhutla dilakukan Secara Profesional, Transparan, dan Sesuai Ketentuan Perundang-undangan
    14 Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini, Polresta Pekanbaru Gelar Edukasi Green Policing di SD Negeri 68
    15 Bintan–Klaten Jalin Kerja Sama, Perluas Pasar Produk UMKM
    16 Bupati Bintan Pimpin Rapat Koordinasi Pencegahan Dan Kesiapsiagaan Karhutla Serta Kekeringan
    17 Polsek Bukit Kapur Ungkap Kasus Pencurian Dua Ban Mobil, Dua Tersangka Diamankan
    18 APJI Riau: Dana Bukan Penghalang, Semangat Pemuda Rumbai Patut Diapresiasi
    19 Polres Kampar Tangkap 4 Pelaku Pembakaran Karhutla dan Sebabkan 17 Hektar Lahan Terbakar di Kecamatan Tambang
    20 Polresta Pekanbaru Dorong Swasembada Pangan, Personel Polsek Binawidya Aktif Rawat Tanaman Jagung
    21 Tindak Tegas PETI: Polsek Kampar Kiri Bongkar Lokasi Tambang Emas Tanpa Izin di Sungai Tanjung Permai
    22 Festival Pawai Budaya Bintan 2026: Sekda Ronny Ajak Warga Jaga Budaya Dan Kuatkan UMKM
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com