Perusahaan Cuekin Imbuhan Dua Wakil Rakyat,Ganti Rugi Tak Dipenuhi,DLHK Siap Turun Cek Lokasi
Senin, 26-03-2018 - 17:16:56 WIB 👁 61137
SERGAPONLINE.COM PEKANBARU-Masyarakat disekitar lokasi pengeboran minyak yang dikerjakan PT Nothern Yamano Technology Oli Resourch East Pamai sampai saat ini masih merasakan kekhawatiran.
Suara mesin yang keras, ditambah lagi polusi udara, dan kekhawatiran akan limbah dari operasional perusahaaan tersebut, menjadi persoalan yang tak ada solusi sampai detik ini. Khususnya mengenai keinginan warga akan ganti rugi lahan yang belum dilakukan perusahaan.
Padahal 2 wakil rakyat sudah langsung mengunjungi lokasi. Hanya saja, belum ada terlihat titik terang dari keluhan warga itu. Operasional masih terus berlanjut.
Dua wakil rakyat tersebut yakni Anggota DPRD Pekanbaru, Masni Ernawati. Kemudian, anggota DPRD Riau dapil Kota Pekanbaru, Taufik Arrahman.
Saat dikonfirmasi wartawan, Masni Ernawati mengatakan, anggota DPRD Pekanbaru masih reses, setelah reses baru akan dilakukan pertemuan dengan lurah, camat, dan perusahaan.
Sementara anggota DPRD Riau, Taufik Arrahman menyebutkan, dirinya masih berada di Jakara. "Kita akan lakukan fasilitasi keinginan masyrakat dengan perusahaan itu untuk ganti rugi lahan diinginkan warga,"ujar Taufik Arrahman.
Disisi lain, suara mesin yang keras dan kekhawatiran warga akan limbah ini, menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Zulfikri menjelaskan, kalau masyarakat membuat laporan secara tertulis, pihaknya segera menyurati perusahaan.
Dari hasil investigasi suararaya.com dilapangan, warga dilokasi hanya meminta hak mereka berupa ganti rugi saja. Tidak meminta lainnya.
Bila sudah dilakukan ganti rugi lahan, mereka akan pindah dari lokasi eksplorasi pengeboran minyak tersebut. Sayangnya sampai sekarang perusahaan masih belum melakukannya. Pemerintah Kota juga belum melakukan pemanggilan masyarakat yang berkekuh kesah ini.
Ironisnya lagi, dua wakil rakyat dari Partai Golkar (Masni Ernawati,red) dan Partai Gerindra (Taufik Arrahman) yang sudah datang mendengarkan langsung keluhan warga sampai saat ini belum bisa berbuat banyak.
Berita sebelumnya, warga sekitar Tukimin menjelaskan, perusahaan tidak memperdulikan nasib masyarakat sekitar operasionalnya. Ganti rugi lahan belum dipenuhi, pekerjaan terus berlanjut.
"Saya dan keluarga hanya ditawarkan dan Rp1 juta. Supaya pindah rumah, selama dilakukannya eksplorasi minyak ini. 1 bulan Rp1 juta. Selama 5 bulan dilakukan nya pekerjaan tersebut. Saya disuruh untuk meninggalkan rumah ini. Saya tolaklah,"tegas Tukimin.
"Yang kami minta hanya pembebasan lahan yang sering disebut ganti rugi. Tapi, perusahaan terkesan tidak perduli,"sambungnya .
Sementara itu Humas PT Nothern Yamano Technology Oil Resourch East Pamai, Jhony, saat diminta tanggapannya melalui pesan whatsApp pribadinya, sampai berita ini diinformasikan belum menjawab.***
Komentar Anda :