Diduga Walikota Pekanbaru Korupsi Rp 800 Milyar,
Mahasiswa Lakukan Demo di Polda Riau
Rabu, 02-10-2019 - 08:40:08 WIB 👁 72141
SERGAPONLINE.COM PEKANBARU - Aksi demonstrasi Mahasiswa di depan kediaman walikota Pekanbaru dan didepan kantor Ditreskrimsus Polda Riau Rabu, (25/09),berjalan dengan damai, dalam aksinya,mahasiswa sebut Firdaus Walikota diduga korupsi terkait Ganti rugi lahan kantor pemko Pekanbaru di kecamatan Tenayan Raya,dugaan korupsinya diperkiarakan Rp 800 Miliar.
Cep Perdana Galih†kordinator demo dalam orasinya, meyakinkan publik dengan pernyataanya, bahwa dugaan penggelapan pajak dan perizinan di kota Pekanbaru diduga mengalir ke rekening istri muda sang Walikota†dengan suara lantang di teriakkan sang orator aksi sambil mengusung sebuah baliho berukuran besar dengan foto Walikota Pekanbaru, Firdaus sedang berphose mesra dengan isteri mudanya.
â€Diduga dana penggelapan pajak dan perizinan mengalir ke istri muda Firdaus, yaitu Vicky Rahmawati. Yang fotonya yang sangat cantik di sana,†teriak Cep Perdana, Koordinator Lapangan (Korlap) Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Riau (GMP2R) dalam orasinya seraya menunjuk ke arah poster raksasa tersebut.
Selanjutnya, ratusan Mahasiswa pendemo juga menyebutkan adanya praktik monopoli proyek di dinas-dinas pemko Pekanbaru melalui pengendali tunggal oleh keluarga Walikota, Amir Luthfi.keluarga Firdaus Dituding para pendemo menguasai proyek proyek pekerjaan jalan di Dinas PUPR Kota Pekanbaru.
Cep juga membongkar dugaan korupsi di Pemko Pekanbaru dengan menuding keterlibatan anak kandungnya, keponakan dan kroni Firdaus serta pengusaha Sarjoko alias Asuâ€aksi yang membuka aib Walikota Pekanbaru ini terjadi kemacetan panjang di jalan Gajah mada kota, sejumlah masyarakat yang menyaksikan peristiwa tersebut, terlihat menggeleng-gelengkan kepala melihat foto sang Walikota yang mesra dengan isteri mudanya, diduga uang penggelapan pajak dan pungli perizinan disinyalir mengalir kepada istri muda walikota teriak masa aksi.
Atas kejadian tersebut sejumlah kalangan pemantau korupsi di Riau, termasuk ketua FORMASI Riau, Dr. M. Nurul Huda, S.H.,M.H.mengatakan ini perlu mendapat perhatian khusus dari pihak penegak hukum, karena aksi Mahasiswa menjadi ujung tombak untuk mendorong upaya penegakan hukum manakala korupsi semakin merajalela.
,"Pertama-tama aksi ini kita berikan apresiasi ya, para Mahasiswa ini adalah calon pemimpin dimasa depan yang harus kita berikan contoh yang baik, agar menghasilkan pemimpin yang baik, sehingga aspirasi yang mereka usung perlu mendapat respon serius dari kepolisian,dan penegak Hukum lainnya, jelas Nurul Huda.
Menurut Doktor muda di bidang hukum pidana ini, apa yang disampaikan oleh pendemo dalam orasinya harus bisa meberikan informasi yang benar kepada masyarakat, maka dari itu semua poin yang disampaikan harus dapat dipertanggung jawabkan, sehingga aparat penegak hukum dapat segera mengusut perkara tersebut.
"Soal budaya korupsi di Negara ini sudah tidak rahasia umum lagi, termasuk di Pemko Pekanbaru, namun dalam sistem hukum kita, semua harus dapat dibuktikan agar penegak hukum dapat melakukan upaya penyelidikan maupun penyidikan, "tutp Nurul Huda..dikutip Dari radar nusantar
Komentar Anda :