Pemuda Sapat Sukses Gelar Festival Pembacaan Syair Ibarat Dan Da'i Cilik
Kamis, 07-11-2019 - 17:21:19 WIB ð 67115
TERKAIT:
SERGAPONLINE.COM INHIL - Dalam rangka menyambut Syiar Islam Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1441 H, Pemuda Sapat sukses mengadakan Kegiatan Festival Islami dengan beragam acara yakni Lomba membaca Syair Ibarat (Khabar Kiamat) karangan Tuan Guru Sapat Syeikh Abdurrahman Siddiq Albanjari dan Pemilihan Daââ¬â¢I Cilik (Pildacil).
Kegiatan yang dilaksanakan pada 02 S/d 06 November 2019 bertempat di simpang empat Kelurahan Sapat Kecamatan Kuala Indragiri Kabupaten Indragiri Hilir di ikuti puluhan pelajar mulai dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, dan Tingkat SMA/Umum.
Dalam kesempatan itu H. Abddurrahman Diva Santa selaku Ketua Panitia Acara Lomba Membaca Syair Ibarat dan Pildacil mengungkapkan Kamis (7/11/2019)ââ¬Åacara yang digagas oleh Pemuda Sapat ini bertujuan untuk melestarikan nilai ââ¬â nilai keagamaan sekaligus untuk mengubah pola pikir generasi muda agar menjadi lebih baik serta lebih memahami makna yang terkandung dalam isi Syair Ibarat (Khabar Kiamat) yang merupakan karya Ulama Besar dan juga Mufti Kerajaan Indragiri Syeikh Abdurrahman Siddiq Albanjari, serta antusiasme para orangtua serta anak-anak yang hadir memeriahkan acara ini menjadi acuan agar acara serupa lebih baik lagi kedepannya, peserta yang mengikuti acara tersebut bukan hanya dari Kelurahan Sapat tetapi juga melibatkan desa ââ¬â desa yang ada di wilayah Kecamatan Kuindra.ââ¬Â Ujarnya.
Pada hari Rabu malam Kamis tanggal 06 November 2019 penutupan acara dan juga sekaligus pengumuman pemenang lomba. Rosdianto otoy sebagai Sekretaris Panitia mengatakan ââ¬Åakan terus menggelar event bersifat edukasi bagi anak dan remaja di Kelurahan Sapat khususnya dan di Kecamatan Kuala Indragiri pada umumnya, Pemenang mendapatkan tropy, piagam dan uang tunaiââ¬Â. ujarnya. Adapun nama-nama pemenang lomba Pemilihan Syair Ibarat (Khabar kiamat) sebagai berikut : Tingkat SD/MI : Juara I : Nuria Dkk Juara II : Andi Nurjannah Dkk Juara III : Putri Nurkasih Tingkat SMP/MTs : Juara I : Vira Mauliana Juara II : Khairul Akmal Juara III : Haykal Tingkat SMA / Umum : Juara I : Al-Amin Juara II : Ayla Juara III : Ego Pildacil sebagai berikut : Tingkat SD/MI : Juara I : Faisal Ridho Juara II : Fitrian Aulia Juara III : Fathurahman Zacky Tingkat SMP/MTs : Juara I : M. Fahri Ramadhan Juara II : Siti Rabiah Adawiyah Juara III : Nia Kartika Putri
Berikut adalah kutipan syair ibarat khabar kiamat karya Syekh Abdurrahman Siddiq :
Bismillahhirahmanirrahim Terbit dari pada hati yang salim, Mendapat syurga jannatinnaim Dengan karunia Rabburrahim
Alhamdulillahirabbil alamin, Mengikut sabda Saidina Mursalim Dapat syafaââ¬â¢at sekalian Muââ¬â¢min, Masuk syurga Bislamun Aminin
Diiringi dengan Sholawat salam,Ke khadirat nabi sayyidul anam Dengan nash qurââ¬â¢anul azham, Wajib mengikut dengan ihtiram
Wa baââ¬â¢du, dengarkan suatu cerita, Terbit dari pada hati yang duka Bukannya hamba mengada-ada, Supaya dikenal saudara kita
Suatu cerita hamba khabarkan, Kepada sekalian ahli dan ikhwan Tandanya dunia akhiruzzaman, Orang yang salah dapat kebenaran
Demikian pula orang yang benar, Mendapat salam perkataan tawar Menyatakan benar mendapatkan gusar, Melainkan wajib ridho dan sabar
Tersebut perkataan awal bermula, Tatkala diri kedatangan qadha Bukannya kami tiada ridha, Iradat terjunjung atas kepala
Hendaklah kami tak berkata, Bertambah lagi rasanya duka Jadi mengarang sambil bercinta, Margul selaku orangnya lata
Sudah takdir dari pada Allah, Sedikit tiada dapat di ubah Qudrat iradat yang memerintah, Menjadi alim tiada tersalah
Subhanallah hambaMu tolong, Tiada tempat bergantung Sebenar hamba duduk di kampong, Tetapi tiada masuk terhitung
Sudah takdir Azizul Ghaffar, Fikir dan cinta sebagai daur Hati di dalam bagaikan hancur, Sebab sedikit menaruh syukur
Ridho menjunjung kudrat Tuhanku, Akan perintah dating berlaku Terkena balaââ¬â¢ rupanya aku, Coba Allah siapakah tahu
Seperti firman Allah taala, Hai hambaKu yang kena balaââ¬â¢ Jikalau kamu sabar dan ridho, Niscaya Kuberi engakau pahala
Sudah kehendak Rabbulââ¬â¢izzati, Dalam Lauh Mahfuzh tersurat janji PadaNya aku sudah terbahagi, Dimana akan dapat menyalahi lagi
Di tilik kepada sifat yang keras, Alim tiada memberi bekas Jika maââ¬â¢rifat betul dan ikhlas, Di akhirat kelak beroleh balas
Maha Suci Tuhan tiada yang kurang, Beberapa dalil nyata di pandang Berganti-ganti malam dan siang, menjadikan langit tiada bertiang
Maha Suci Tuhan yaitu Allah, Beberapa syukur Alhamdulillah Menghilangkan segala kalah dan kesah, Membetulkan tawakkal kepada Allah
Jangan memikirkan hamper dan jauh, Ajal kita tidak bertangguh Umpama berlayar tiada bersauh, Sudah terlingkar baharulah kokoh
Angan-angan jangan terlalu panjang, Kasihkan dunia bukan kepalang Diri kita tiadakan saying, Di mahsyar titian halus terbentang
Beberapa wasiat Nabi Muhammad, Dari pada sangat kasihkan umat Memeliharakan jangan kerja maksiat, Supaya gemar membuat taââ¬â¢at
Ingatkan apalah dirimu, Asalkan tanah kejadiannu Kemana gerangan pulang pergimu, Di bumi mana tempat matimu
Kehilangan harta sangat engkau ingat, Nyawamu hilang tiada kamu ingat Sangatlah bebal kita nan umat, Melainkan memohon ampun dan rahmat
Kekurangan harta sangat kesakitan, Jual dan beli yang difikirkan Makan pagi dikira-kirakan, Umur berkurang tiada diingatkan
Hai sekalian orang yang berakal, Tuntutlah ilmu kerjakan amal Akhirat sungguh dikatakan kekal, Di dunia juga mencari bekal
Hawa nafsumu jangan diikuti, Dicabuli syetan membawa hanyut Rahmat Allah itupun luput, Ke dalam neraka gemetar takut
Menuntut dunia sangatlah mabuk, Tamakkan dunia menjadi kutuk Di dalan akhirat ke neraka masuk, di makan api hancur dan remuk
Menuntut harta supaya banyak, Disangkanya dunia tiada rusak Di akhirat engkau dapat tempalak
Adapun akan nafsu yang jahat, Bahagian diri sudah tersurat Jikalau jatuh pada maksiat, Hendaklah segera berbuat taubat
Hawa nafsu itu terlalu bohong, Harus yang di rasa hendak di songsong Lautannya luas ombak menggulung, Dimanakh engkau mendapat untung
Duduk di dunia negeri yang hilang, Lupalah akan dirinya seorang Sehari-hari umur berkurang, Tiada mencari bekalmu pulang
Di sangka kekal hidupmu awing, Di akhirat jauh engkau terbuang Ilmu dan amal tiada di bilang, Di antara kubur siksanya datang
Dunia nan laut yang maha dalam, Banyaklah di sana rusak dan karam Mengasihkan dunia jahil dan tamam, Di akhirat habis lebur tenggelam
Pelayaranmu itu terlalu jauh, Suatu bekal belum di taruh Ombaknya besar angin mengguruh, di rantau luhud tempat berlabuh
Rantau luhud ombaknya garang, Haluannya itu mengikut pasang Soal munkar kesana dating, Memeriksa tauhid berulang-ulang
Di dalam kubur tidur seorang, di kapih bumi malam dan siang Menangislah ia hendak pulang, Mengerjakan taubat zikir sembahyang
Kelebihan dunia yaitu akal, Akan menuntut ilmu dan amal Sembahyang puasa Fardlu yang afdhal, Hadist dan ayat jangan di tinggal
Ayo hai tuan kenali dirimu, Kemana perginya muda kuatmu Butakah sudah kedua matamu, Lihatlah yang dielu dari padamu
Acara penutupan dihadiri oleh Forum Pimpinan Kecamatan Kuindra serta Kepala Desa Tanjung Lajau Rusadi dan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda serta masyarakat. (S)