Kolonel Inf Muhammad Mahfud As’at S. I.
Dandim 0505/JT Menghadiri Acara Silaturahmi Sekaligus Memberi Paket Bansos
Rabu, 13-05-2020 - 08:31:47 WIB 👁 24650
SERGAPONLINE.COM JAKARTA - Walikota Administrasi Jakarta Timur, M. Anwar, bersilaturahmi sekaligus memberi paket bantuan sosial dengan para ulama dan marbut se-Kecamatan Kramat Jati, di aula Kantor Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/5/2020).
Selain menerima paket bantuan sosial dari Pemerintah kota Administrasi Jakarta Timur, para perwakilan para ulama dan marbut se-Kecamatan Kramat Jati juga mengikuti Sosialisasi PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) terkait penanganan COVID-19.
Acara ini diikuti oleh 14 orang perwakilan para ulama dan marbut se-Kecamatan Kramat Jati turut dihadiri oleh Dandim 0505 JT dan Wakapolsek Kramat Jati.
“Alhamdulillah, hari ini ada 180 paket yang kita bagikan ke para ulama, guru ngaji, dan marbut se-Kecamatan Kramat Jati,†ujar Wali Kota.
Ia bersyukur paket bantuan dari Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur dapat tersebar di 10 kecamatan untuk para alim ulama.
Dari kegiatan ini pun, Ia berharap agar para ulama dan marbut bersama warga Kecamatan Kramat Jati turut ikut mendukung Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 33 Tahun 2020 tentang PSBB di DKI Jakarta.
Dandim 0505/JT Kolonel Inf Muhammad Mahfud As’at S. I. P berharap semua buat warga masyarakat DKI Jakarta Khususnya di Jakarta Timur untuk tetap menggunakan masker, physical distancing (jaga jarak fisik), cuci tangan dan sebagainya.
Sementara itu, perwakilan ulama Kecamatan Kramat Jati, Habib Madun, menambahkan, adanya bantuan dari pemerintah ini sangat membantunya karena langsung ditujukan kepada ustad, habib dan guru ngaji.
“Kami sangat bersyukur sekali dan ini sangat bermanfaat sekali,†ujar Habib.
Ia pun mendukung arahan pemerintah untuk melarang sementara ibadah berjamaah di masjid untuk mencegah penyebaran dan penyularan COVID-19.
“Kita berfikir aja kalau kita sayang sesama manusia, sayang dengan keluarga, sayang sesama tetangga sayang, sesama saudara dan apabila kalau masih melakukan berarti tidak sayang dengan semuanya. Jadi, mari lah kita ikuti aturan pemerintah untuk melakukan ibadah di rumah saja. (Jeny)
Komentar Anda :