Diduga Kejari Bangkinang Terima Amplop Dari Kepala Desa Tanah Merah
Rabu, 10-06-2020 - 23:21:09 WIB šŸ‘ 120747

TERKAIT:
 
  • Diduga Kejari Bangkinang Terima Amplop Dari Kepala Desa Tanah Merah
  •  

    SERGAPONLINE.COM PEKANBARU - Masyarakat Desa Tanah Merah Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar menyampaikan unek - unek terkait kinerja  H. Syahrial Amri Nasution ( Kepala Desa-red ) dihadapan keluarga besar Forum Pers Independent Indonesia FPII Riau, Rabu (10/06/2020)

    PS (50) nama inisial  salah satu Masyarakat Desa Tanah Merah dalam penyampaiannya menuturkan, " Pada tahun 2019 beberapa perangkat Desa Tanah Merah menemukan adanya Anggaran Dana Desa (ADD)  yang diduga ditilap Kepala Desa sebesar Rp 216.000.000 ( dua ratus enam belas juta rupiah ) " Dari pemgakuan kepala desa kepada masyarakat menyatakan, ADD yang ditilap sebesar 216 Juta sudah terpakai untuk keperluan desa sesuai dengan laporan yang diterbitkan Kepala Desa yang bertemakan " Sisa Pengunaan Dana Desa Tahun 2018 ", " ADD 216 Juta yang diduga ditilap Kepala Desa, masih simpang siur keberadaan nya dimana pada tahun 2018 hasil audit inspektorat atau temuan  Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tahun 2018Tanah Merah sebesar 47.000.000 ( empat puluh tujuh juta rupiah ).

    Masyarakat Tanah Merah meminta kepada Camat Siak Hulu, dan aparat hukum untuk mengusut tuntas anggaran 216 juta yang diduga diselewengkan kepala desa, "Jika benar anggaran 216 juta sudah terpakai buat pembangunan Desa sesuai dengan rincian pengeluaran, dimana ditemukan lagi bukti kejanggalan,

    Pada poin 6 tertulis " Pengantian semen hilang 50 sak x 70'000 ( lapangan volly RW 1 sebesar Rp 3.500.000 ( tiga juta lima ratus ribu rupiah )

    Poin 8 " penggantian semen hilang 100 sak x 7.000.000 ( tujuh juta ribu rupiah )

    Poin 21 " Sumbangan untuk wartawan dan LSM  Rp 1.000.000 ( satu juta rupiah )

    Poin 23 " Uang amplot untuk kejaksaan negeri Bangkinang Rp 2.000.000 ( dua juta rupiah )

    Hal senada juga disampaikan Prendly ( ketua RW 1 membantah keras pernyataan kepala desa yang mengatakan adanya semen hilang sebanyak 50 sak di RW 1 dilokasi proyek. Namun Ketua RW 01, membatah keras dan tidak membenarkan adanya kehilangan semen dilokasi RW 01 tersebut, tuturnya dengan kesal.

    Suara sumbang juga disampaikan Is ( ketua RW 8 ) dalam pernyataannya kades menguraikan  bahwa pada saat pengerjaan proyek di RW 8 disana juga dilaporkan kehilangan semen 100 sak, Menurut bapak Is uraian yang diperbuat  kades yang menyatakan semen hilang 100 sak itu sama sekali bohong, "Itu tidak benar, semua itu rekayasa pak kades saja,"tegas Isran

    Perjalanan FPII berlanjut kekantor Kepala Desa Tanah Merah sekitar pukul 14:00 wib diruang kerjanya Kepala Desa Tanah Merah berhasil ditemui Tim  FPII Riau.

    Dalam pernyataan  H Sayhrial Amri Nasution memberikan pernyataan dan Mengakui, " Pada akhir tahun 2018 ADD hasil audit Inspektorat Kabupaten Kampar Mendapatkan Temuan di Desa Tanah Merah  sebesar Rp 47.000.000 juta rupiah ( empat puluh tujuh rupiah ) dan sudah dimasukkan kedalam kas Desa." ucap kepala desa

    Disingung mengenai adanya anggaran siluman yang bersumber dari ADD tahun 2018, Kepala desa menuturkan, "Uang tersebut sisa dari pengerjaan kegiatan ADD tahun 2018," tegas kepala desa kepada tim.

    Ketika FPII Riau mempertanyakan kemana uang sisa proyek tersebut disimpan.....? dengan santainya Kepala Desa menuturkan," Saya simpan dirumah pak, ucapnya lagi.

    Kembali FPII Riau mempertayakan kapan terungkap sisa anggaran ADD tahun 2019 .....?
    Kepala desa mengakui itu terungkap pada tahun 2019 pak, "Saat itu perangkat desa dan BPD diruang rapat kantor desa kita utarakan pak." jawabnya.

    Dari pernyataan salah satu masyarakat, ketua RW 1, ketua RW 2 terkait asal usul uang Rp 216 juta rupiah berbanding terbalik denggan pernyataan kepala desa Tanah Merah, dimana dalam pernyataan kepala desa asal usul uang ADD tahun 2018 itu dari sisa beberapa pengerjaan proyek dan disimpan dirumah pribadinya.

    Sementara keterangan dari ke 3 nara sumber dan di dampingi oleh beberapa masyarakat, uang 216 juta tersebut adalah diduga hasil manipulasi kepala desa dalam pengelolaan ADD desa.

    Aneh bin ajaib, Tim FPII Riau menilai dari hasil keterangan yang disampaikannya kepala desa bahwa
    " Audit Inspektorat diakhir tahun 2018 ADD Temuan Inpekstorat sebesar Rp 47.000.000 juta, sementara terungkapnya adanya anggaran dikuasai kepala desa Rp 216 juta sekitar pertengahan tahun 2019.

    Dengan adanya dugaan penyimpangan ADD tahun 2018 di Desa Tanah Merah FPII Riau berharap semoga kebenaran akan terungkap dan tetap akan memantau perkembangan kasus tersebut, "Kita dari sosial kontrol wajib Hukumnya, menggiring dugaan Korupsi di Desa, apalagi ini adalah hak mutlak dari Masyarakat anggaran yang turun dari Pusat." ucapnya sekretaris mengakhiri.


    Sumber FPII Setwil Riau
    No. 0812 - 7709 -1112
    No. 0823 - 8872 - 9254
    No. 0812 - 7590 - 7344



     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Kabid Humas Polda Sumbar Sambangi Redaksi Langgam.id, Perkuat Kolaborasi dengan Media Siber
  • Pastikan Pembangunan Tak Ganggu Arus Lalu Lintas, Ditlantas Polda Riau Bahas Andalalin Restaurant Thai Street Pekanbaru
  • Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Pemaparan Hasil Akhir Evaluasi dan Perbaikan Tata Kelola Pelayanan Publik
  • Konflik KSO dengan Masyarakat Desa Kotagaro
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Kabid Humas Polda Sumbar Sambangi Redaksi Langgam.id, Perkuat Kolaborasi dengan Media Siber
    03 Pastikan Pembangunan Tak Ganggu Arus Lalu Lintas, Ditlantas Polda Riau Bahas Andalalin Restaurant Thai Street Pekanbaru
    04 Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Pemaparan Hasil Akhir Evaluasi dan Perbaikan Tata Kelola Pelayanan Publik
    05 Konflik KSO dengan Masyarakat Desa Kotagaro
    06 Rangkaikan Kebersamaan & Pengabdian, Polres Kampar Gelar Syukuran Hari Jadi Polwan ke-78
    07 HUT ke-78 Polwan, Kapolres Payakumbuh : " Teruslah Menjadi Sosok Humanis dan Profesional "
    08 Cegah Sebelum Terbakar: Tim Pamen Mabes TNI Gelar Sosialisasi Karhutla di XIII Koto Kampar, Perkuat Deteksi Dini & Sinergi Warga
    09 Tim URC Satreskrim Polres Pasaman Barat Mengamankan Seorang Pemuda Yang Mengamuk Menggunakan Sebilah Pisau
    10 Lapas Pasir Pangarayan Perkuat Komunikasi dengan Warga Binaan Melalui Kegiatan Sambung Rasa
    11 Polantas Karib Edukasi Mahasiswa Baru STT Pekanbaru, Dorong Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas & Cinta Lingkungan
    12 Apresiasi Tiga Pegawai Rutan Kelas I Pekanbaru Mendapatkan Penghargaan
    13 Polres Siak Gelar Rakor Percepatan Penegakan Hukum Karhutla dilakukan Secara Profesional, Transparan, dan Sesuai Ketentuan Perundang-undangan
    14 Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini, Polresta Pekanbaru Gelar Edukasi Green Policing di SD Negeri 68
    15 Bintan–Klaten Jalin Kerja Sama, Perluas Pasar Produk UMKM
    16 Bupati Bintan Pimpin Rapat Koordinasi Pencegahan Dan Kesiapsiagaan Karhutla Serta Kekeringan
    17 Polsek Bukit Kapur Ungkap Kasus Pencurian Dua Ban Mobil, Dua Tersangka Diamankan
    18 APJI Riau: Dana Bukan Penghalang, Semangat Pemuda Rumbai Patut Diapresiasi
    19 Polres Kampar Tangkap 4 Pelaku Pembakaran Karhutla dan Sebabkan 17 Hektar Lahan Terbakar di Kecamatan Tambang
    20 Polresta Pekanbaru Dorong Swasembada Pangan, Personel Polsek Binawidya Aktif Rawat Tanaman Jagung
    21 Tindak Tegas PETI: Polsek Kampar Kiri Bongkar Lokasi Tambang Emas Tanpa Izin di Sungai Tanjung Permai
    22 Festival Pawai Budaya Bintan 2026: Sekda Ronny Ajak Warga Jaga Budaya Dan Kuatkan UMKM
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com