Bocah 7 Bulan Hampir Tewas Ditimpa Reruntuhan Tembok Rumah Hantaman Ombak, Aktifis Geram
Rabu, 26-05-2021 - 18:20:50 WIB 👁 24898
SERGAPONLINE.COM ACEH TIMUR - Sebagaimana sebelumnya diberitakan tentang Air Laut Pasang Purnama Mulai Bertamu ke Rumah Warga dan Ikut Rendam Pulahan Rumah di Pinggir Pantai, banyak kisah pilu yang dialami oleh masyarakat pinggir pantau atau bibir pantai khususnya Masyarakat teping nyareng dan Desa Blang gelumpang, Kec Idi Rayeuk, Aceh Timur.
Hal melilukan tersebut juga dirasakan oleh bocah perumpuan yang berumur 7 bulan di Rumah nya yang berada dipinggir pantai yang hampir saja merenggut nyawanya tertimpa tempok rumah yang roboh akibat hamtaman ombak yang sangat keras.
Dengan suara serak dan bergelimang air mata yang mulai membasahi pipinya, Nur masyitah (29) (Ibu korban), mengatakan kisah heroik nya kepada awak media yang berada dilapangan.
"Saat itu saya bersama anak saya berada didalam rumah, namun tiba tiba terdengar suara keras (suara hantaman ombak) dan saya kaget, selanjutnya dinding tembok rumah saya langsung ambruk kedalam. Disaat itu anak saya yang berumur 7 bulan berada dekat dinding tersebut, dan akhirnya saya Tarek dengan kuat sehingga kaki saya ikut tertimpa dinding tembok yang runtuh," kata ibu Korban dengan nada tersedu kepada awak media, pada Hari Rabu (26/05/2021).
Lanjutnya, jika saja ia tidak sempat menarik anaknya kepelukannya,! Maka anaknya yang akan tertimpa runtuhan tembok tersebut bukan kakinya. Ujar warga Desa Tepin Nyareng, Kec Idi Rayeuk, Aceh Timur, Nur masyitah.
Dari Peristiwa naas tersebut aktifis pemerhati sosial, Darwin Eng, juga ikut memberikan tanggapannya, pada Hari Rabu Sore (26/05/2021).
Menurutnya, selama ini pemerintah Kabupaten Aceh Timur tidak memberikan perhatian khusus terkait hal-hal yang menyangkut kepentingan publik, seharusnya pemerintahan yang dipimpin oleh Bupati 2 periode bisa lebih maksimal untuk memperhatikan atau perencanaan wilayah dalam menanggulangi dampak seperti yang terjadi saat ini di daerah pesisir.
"Pemerintah jangan cuma bisanya memberi bantuan kalau ada musibah saja tapi mereka tidak melihat dampak yang terjadi sebelum atau sesudah musibah terjadi,! (Bek gadoeh petimang mbong), jangan seolah olah semua masalah bereh pada hal ekspetasi dilapangan meuroeh (Amburadul)," kata Darwing Eng.
Lanjutnya, pada hal kita tau bahwa selamani nama bupati Aceh Timur tersohor sampai Luar Negeri, kalau benar kerja Bupati Bereh berarti yang tidak becus Dinasnya Doang,! Yaudah tunggu apa lagi, Kasih hadiah bangku panjang bagi dinas yang tidak becus. Cetusnya aktifis Pemerhati sosial, Darwin Eng, dengan nada tegas. (Edo)
Komentar Anda :