Dedy S: Jangan Tunggu Ada Korban Baru Sibuk Cari Solusi, Ganti Rugi Harus Dilakukan Segera
Sabtu, 31-03-2018 - 10:23:46 WIB 👁 61631
SERGAPONLINE.COM PEKANBARU- Persoalan ganti rugi tak kunjung selesai. Kondisi tersebut membuat masyarakat sekitar pengeboran minyak yang dilakukan PT Nothern Yamano Technology Oli Resourch East Pamai semakin resah.
Warga sekitar merasa khawatir, dengan suara bising mesin, ditambah lagi polusi limbah B3 yang bisa saja mencemari lingkungan sekitar dari kegiatan eksplorasi.
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru juga terkesan diam saja, dengan nasib masyarakat sekitar. Termasuk PT Nothern Yamano Technology Oli Resourch East Pamai yang terus bekerja walau menuai kritik dari masyarakat dan anggota dewan, serta ormas.
Ketua Ketua LPPNRI Riau, DS Sagala mengatakan, tidak seharusnya Pemko Pekanbaru diam saja. Harusnya, sebagai perpanjangan tangan masyarakat bisa memberikan solusi.
"Kami sangat menyayangkan ulah perusahaan pengeboran minyak yang tak peduli dengan keluhan warga. Ditambah Pemko Pekanbaru yang terlihat santai saja, walau keluhan itu terus dilakukan. Ganti rugi tak kunjung berlaku, pekerjaan berlanjut. Apa menunggu ada korban dulu baru sibuk mencari solusi," ungkapnya kepada wartawan, Sabtu (17/3/2018).
Menurut dia, dari hasil pertemuan dengan anggota DPRD Pekanbaru dan DPRD Riau juga sudah memberikan masukan untuk perusahaan melakukan ganti rugi dahulu. Hanya saja, itu tidak dilakukan.
"Harapan kita wakil rakyat terhormat bisa segera mendesak perusahaan dan Pemko Pekanbaru mencarikan solusi atas permasalahan ini. Jangan hanya diam saja Pemko Pekanbaru. Kalau diam bisa menjadi pertanyaan besar ditengah masyarakat,"ujarnya.
Warga sekitar Tukimin menjelaskan, perusahaan tidak memperdulikan nasib masyarakat sekitar operasionalnya. Ganti rugi lahan belum dipenuhi, pekerjaan terus berlanjut.
"Kami disini dan keluarga hanya meminta tanggungjawab perusahaan. Ganti rugi harus segera diwujudkan . Tapi, jangan asal saja. Masa ditawarkan Rp1 juta per bulan, supaya pindah rumah, selama dilakukannya eksplorasi minyak ini. Selama 5 bulan dilakukan nya pekerjaan tersebut. Tidak wajar itu,"ungkapnya.***
Komentar Anda :